Cacatanpublik.com SIDOARJO –10 Januari 2025 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu penguatan tata kelola pemerintahan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 260 pejabat struktural dan fungsional, Sabtu . Pelantikan yang dipimpin langsung Bupati Sidoarjo Subandi tersebut digelar di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
Ratusan pejabat yang dilantik berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai pejabat pimpinan tinggi pratama hingga pejabat pengawas. Rinciannya, 13 pejabat menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II), 83 pejabat administrator (eselon III), 146 pejabat pengawas (eselon IV), serta 18 pejabat di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.T. Notopuro.
Bupati Subandi menegaskan, pelantikan ini merupakan bagian dari strategi penataan dan penguatan birokrasi agar kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) semakin efektif, profesional, dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik menjadi fondasi utama dalam percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi upaya memperkuat kinerja birokrasi. Setiap pejabat harus bekerja dengan integritas dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegas Subandi.
Ia juga mendorong para pejabat untuk memanfaatkan konektivitas dan teknologi informasi guna mempercepat pelayanan serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Digitalisasi, lanjutnya, harus menjadi bagian dari budaya kerja birokrasi modern di Kabupaten Sidoarjo.
Selain itu, Subandi menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD tanpa sekat kepentingan sektoral. Sinergi antar perangkat daerah dinilai krusial untuk mewujudkan program pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Tidak boleh ada ego sektoral. Kita butuh loyalitas dan kerja sama. Percepatan pembangunan Sidoarjo hanya bisa dicapai melalui kolaborasi dan kerja keras bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga mengingatkan seluruh pejabat untuk menjalankan peran sebagai pelayan publik secara optimal, memastikan program dan kegiatan OPD terlaksana tepat waktu, serta menjaga pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Ia menambahkan, pencapaian visi Sidoarjo yang berdaya saing dan berkelanjutan membutuhkan visi yang jelas serta kerja nyata dari seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Visi dan misi harus diterjemahkan dalam kerja nyata, dimulai dari pelayanan paling dasar di desa hingga tingkat kabupaten,” pungkasnya.(Yud)











