Cacatanpublik .com – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyatakan optimisme bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan berjalan lancar tanpa kendala berarti di seluruh wilayah Jawa Timur.
Optimisme ini muncul seiring lancarnya proses pengambilan Personal Identification Number (PIN) pada tahap awal pendaftaran.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pihaknya terus mengawasi pelaksanaan SPMB di seluruh kabupaten dan kota untuk memastikan seluruh layanan berjalan tertib, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Aries menjelaskan bahwa hingga saat ini pelaksanaan SPMB 2026 berjalan stabil tanpa laporan antrean panjang di sekolah-sekolah layanan.
Ia menilai sistem yang diterapkan tahun ini berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.
“Kami optimistis SPMB 2026 berjalan lancar tanpa kendala berarti karena sistem sudah kami perbaiki dan kami awasi secara ketat,” ujar Aries, Selasa (2/6/2026).
Dindik Jatim mencatat lebih dari 117 ribu pengajuan PIN telah masuk dalam sistem hingga awal Juni 2026. Dari jumlah tersebut, puluhan ribu siswa telah berhasil memperoleh PIN untuk melanjutkan proses pendaftaran ke tahap berikutnya.
Aries menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lebih dari 1,4 juta PIN untuk mengakomodasi seluruh calon peserta didik di Jawa Timur.
Ia memastikan seluruh proses dilakukan secara digital dan terintegrasi untuk mengurangi potensi gangguan layanan.
Selain itu, Dindik Jatim juga meningkatkan kesiapan operator sekolah dengan menempatkan petugas layanan di setiap satuan pendidikan pelaksana SPMB.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses verifikasi data calon murid.
Aries juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan waktu pendaftaran dengan baik dan tidak menunggu hingga batas akhir pengambilan PIN.
Ia meminta orang tua dan siswa mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan agar proses berjalan lancar.
Ia menambahkan bahwa sistem SPMB 2026 juga telah dilengkapi dengan penguatan verifikasi data administrasi seperti Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Domisili (SKD) untuk memastikan ketepatan data peserta.
“Semua kami siapkan agar proses berjalan tertib, adil, dan transparan,” tegasnya.
Dengan berbagai peningkatan tersebut, Dindik Jatim optimistis pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan tanpa kendala berarti dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik bagi masyarakat Jawa Timur.(Yud)












