Cacatanpublik.com– Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Agus Cahyono, mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.
Meski memberikan apresiasi, Agus mengingatkan bahwa prestasi tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah. Ia menilai keberhasilan mempertahankan opini WTP perlu diimbangi dengan kualitas belanja daerah yang semakin baik dan tepat sasaran.
“WTP menunjukkan bahwa tata kelola keuangan daerah sudah berjalan dengan baik. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar efisien dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Agus.
Menurutnya, pengelolaan APBD tidak cukup hanya memenuhi aspek administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi. Pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang didanai APBD mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Agus menegaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan daerah. Dengan penggunaan anggaran yang lebih tepat dan terukur, pemerintah dapat memperluas manfaat program tanpa harus meningkatkan beban keuangan daerah secara berlebihan.
Ia juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan program. Menurutnya, perencanaan yang matang akan membantu pemerintah menghindari pemborosan anggaran dan memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai target.
“Anggaran yang baik bukan hanya yang terserap tinggi, tetapi yang mampu menghasilkan dampak besar bagi masyarakat. Karena itu, perencanaan dan pelaksanaan program harus dilakukan secara cermat dan efisien,” katanya.
Selain itu, Agus meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih pada program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
Ia menilai anggaran daerah harus menjadi instrumen yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyoroti beberapa catatan yang masih disampaikan BPK terkait pelaksanaan sejumlah kegiatan yang melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Menurutnya, temuan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar kualitas pengelolaan anggaran semakin baik di masa mendatang.
“Setiap catatan dari BPK harus kita jadikan bahan perbaikan. Dengan begitu, tata kelola keuangan daerah tidak hanya baik secara administrasi, tetapi juga efektif dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Agus berharap Pemprov Jawa Timur mampu mempertahankan prestasi WTP pada tahun-tahun berikutnya sekaligus meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan APBD. Dengan langkah tersebut, masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih luas dan merata.
“Prestasi WTP harus menjadi fondasi untuk memperkuat kualitas pembangunan. Anggaran yang efisien akan menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Keterangan foto:
Agus Cahyono mengapresiasi raihan WTP ke-11 dan mendorong penggunaan anggaran daerah yang lebih efisien serta tepat sasaran.












