Cacatanpublik.com – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jawa Timur guna meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan dan mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Terminal Teluk Lamong, Surabaya. Pertemuan itu dihadiri Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait, Terminal Head TPK Teluk Lamong Pierre Rochel T, beserta jajaran manajemen perusahaan. Dari pihak GINSI Jawa Timur hadir Ketua Hana Beladina Lutfifi, Sekretaris Warsidi, serta sejumlah anggota organisasi.
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis terkait pelayanan terminal.
Selain menyerap aspirasi pengguna jasa, pertemuan juga menjadi wadah untuk mendiskusikan inovasi pelayanan serta langkah-langkah yang dapat mendukung kelancaran distribusi logistik.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait menegaskan bahwa perusahaan terus membangun komunikasi dengan asosiasi pengguna jasa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan berbasis kebutuhan pelanggan.
Menurutnya, TTL terus menghadirkan berbagai inovasi yang berorientasi pada customer experience. Salah satunya melalui penyediaan shelter waiting area sebagai lokasi tunggu bagi truk sebelum melakukan pemuatan kontainer ke kapal.
Selain itu, Terminal Teluk Lamong juga telah mengimplementasikan Terminal Booking System (TBS) yang memasuki fase kedua sejak Maret 2026.
Sistem tersebut dirancang untuk mengatur jadwal kedatangan truk ke terminal sehingga lebih tertib dan mampu mengurangi antrean, terutama pada jam-jam sibuk.
“Dengan mengedepankan customer experience, kami terus melakukan berbagai langkah untuk memitigasi antrean truk melalui implementasi Terminal Booking System dan penyediaan shelter waiting area,” ujar David.
Ketua BPD GINSI Jawa Timur Hana Beladina Lutfifi mengapresiasi keterbukaan manajemen Terminal Teluk Lamong dalam menerima berbagai masukan dari para pengguna jasa.
Ia berharap audiensi tersebut dapat meningkatkan pemahaman anggota GINSI mengenai perkembangan dan inovasi pelayanan yang telah diterapkan di Terminal Teluk Lamong.
Dalam sesi diskusi, anggota GINSI menyampaikan sejumlah masukan terkait pelayanan operasional terminal.
Beberapa topik yang menjadi perhatian meliputi pengaturan closing time kapal, penanganan antrean kendaraan saat peak hours, mekanisme tracing container, hingga informasi jadwal kedatangan kapal.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, manajemen TTL menjelaskan bahwa implementasi TBS telah memberikan dampak positif dalam mengatur pola kedatangan truk sehingga kondisi antrean yang sebelumnya menjadi perhatian kini semakin terkendali.
TTL juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk GINSI Jawa Timur, untuk terus menyosialisasikan penggunaan Terminal Booking System kepada para anggotanya agar manfaat sistem tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh pengguna jasa.
Selain menghadirkan inovasi operasional, Terminal Teluk Lamong menyediakan layanan digital melalui portal Web Access Terminal Teluk Lamong.
Melalui layanan tersebut, pengguna jasa dapat mengakses informasi mengenai status kontainer, jadwal kedatangan kapal, serta berbagai data operasional lainnya secara cepat dan transparan untuk mendukung perencanaan kegiatan logistik.
Melalui penguatan sinergi dengan GINSI Jawa Timur, PT Terminal Teluk Lamong berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan,
memperlancar arus logistik nasional, serta memberikan pelayanan yang semakin efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.(Yud)







