Cacatanpublik.com— Siswa dari tiga kabupaten dan dua provinsi berkumpul di SMAN 1 Parang, Kabupaten Magetan. Sekolah yang berdiri tepat di perbatasan Jawa Timur–Jawa Tengah ini mendapat kunjungan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026). Ia berjanji memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah setelah melihat langsung kondisi di lapangan.
SMAN 1 Parang menampung 631 peserta didik dalam 19 rombongan belajar. Sebagian besar siswa berasal dari Kecamatan Parang dan Kabupaten Magetan. Namun, banyak juga yang datang dari Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) serta Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur). Posisi geografis ini menjadikan sekolah sebagai titik temu lintas wilayah sekaligus kebanggaan perbatasan.
Kepala SMAN 1 Parang, Asmaul Khusnah, menyampaikan sekolah telah menerima dukungan Dana BOS, BPOPP, serta bantuan revitalisasi laboratorium kimia pada 2021. Meski demikian, sejumlah kebutuhan mendesak belum terpenuhi. Ruang kelas, toilet, dan sarana pendukung lainnya memerlukan rehabilitasi. Persoalan ketersediaan air bersih juga terasa berat saat musim kemarau.
“Kami sangat memerlukan bantuan untuk rehabilitasi sekolah. Ruang-ruang kelas, toilet, dan sarana lainnya masih perlu perhatian. Terutama sumber air, karena kami agak kesulitan ketika musim kemarau,” ujar Asmaul.
Aries Agung Paewai meninjau langsung seluruh area sekolah usai memimpin upacara. Ia menegaskan kehadirannya bukan sekadar kunjungan seremonial. Potensi besar yang dimiliki sekolah, termasuk program keterampilan Double Track, ketahanan pangan, serta pelestarian budaya karawitan, layak didukung dengan sarana yang memadai.
“Sekolah ini berada di perbatasan Magetan dan Wonogiri. Siswanya juga berasal dari dua wilayah itu. Sayangnya, sekolah ini belum pernah dikunjungi pejabat pendidikan. Karena itu, saya sempatkan berkunjung untuk melihat kondisi sekolah,” kata Aries.
Ia memerintahkan jajarannya mencatat setiap kebutuhan yang disampaikan sekolah. Perbaikan sarana dan penambahan peralatan praktik akan segera diproses agar siswa di perbatasan mendapat kesempatan berkembang setara dengan anak-anak di pusat kota.(Red)











