Cacatanpublik.com— Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menggelar seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di SMAN Taruna Angkasa Madiun, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini menegaskan peran pemuda sebagai pilar strategis pertahanan nasional di masa depan.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai, Direktur SDM Ditjen Potensi Ketahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Raden Yoga Raharja, serta Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Armades hadir sebagai narasumber. Ratusan siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan, serta pimpinan sekolah mengikuti kegiatan tersebut.
Brigjen TNI Raden Yoga Raharja menekankan pemuda menjadi kekuatan strategis bangsa yang menentukan masa depan pertahanan negara. Indonesia memiliki lebih dari 70 juta pemuda berusia 15–30 tahun — bonus demografi yang harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan siber, mengenali ancaman, serta menciptakan inovasi bagi kemajuan bangsa.
“Pemuda adalah kekuatan strategis bangsa yang akan menentukan masa depan pertahanan negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan tantangan pertahanan kini tidak lagi bersifat militer semata, melainkan multidimensi: serangan siber, disinformasi, radikalisme, krisis lingkungan, hingga ketimpangan sosial. Generasi muda wajib mengenali ancaman tersebut dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Aries Agung Paewai mengingatkan siswa agar tidak menyerahkan sepenuhnya kemampuan berpikir kepada kecerdasan buatan (AI). Calon pemimpin harus tetap berpikir mandiri, berlandaskan data dan telaah, serta berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia mendorong siswa memperkuat karakter 5C: karakter, kompetensi, keberanian, kepedulian, dan sumbangsih bagi bangsa. Lulusan SMAN Taruna Angkasa harus mampu menguasai teknologi, membangun jejaring global, lalu membawa manfaatnya kembali ke Indonesia.
Kolonel Tek Ricki Armades turut menanamkan semangat 5 Siap: siap belajar, siap disiplin, siap berkolaborasi, siap menghadapi perubahan, dan siap mengabdi. Tidak semua harus menjadi prajurit, namun setiap siswa wajib menjadi manusia yang berguna bagi bangsa.
Melalui seminar ini, Dindik Jatim memastikan wawasan kebangsaan tumbuh kuat di kalangan generasi muda — bukan sekadar hafalan, melainkan cara pandang dan tindakan nyata untuk membela negara.(Yud)






