cacatanpublik.com — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui program Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.
TTL merancang program budidaya kepiting soka berdasarkan hasil pemetaan sosial (social mapping) terhadap masyarakat di tujuh kelurahan yang berada di area ring 1 sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pemetaan tersebut menunjukkan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir. Salah satunya berkurangnya area tangkap nelayan akibat perkembangan aktivitas kepelabuhanan. Kondisi itu turut memengaruhi akses masyarakat terhadap sumber daya pesisir yang selama ini menjadi sumber penghidupan.
Melalui budidaya kepiting soka, TTL mendorong masyarakat mengembangkan alternatif mata pencaharian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Perusahaan juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan budidaya dan kapasitas kelompok nelayan.
Corporate Communication PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permata Sari, mengatakan perusahaan menyusun program TJSL berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
“Melalui social mapping tersebut, kami berupaya memastikan bahwa setiap program TJSL disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pengembangan budidaya kepiting soka menjadi salah satu solusi alternatif mata pencaharian yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Dahlia.
TTL tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan melalui program tersebut. Perusahaan juga memperkuat kelembagaan kelompok, meningkatkan keterampilan budidaya, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas hasil perikanan.
Pendekatan tersebut membantu masyarakat mengembangkan sumber penghasilan alternatif sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya pesisir secara lebih berkelanjutan.
Program budidaya kepiting soka juga menjadi bagian dari upaya TTL menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat. Perusahaan mengintegrasikan program pemberdayaan tersebut dengan komitmen penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG.
Komitmen itu turut mengantarkan TTL meraih TJSL & CSR Award 2026 Anak Perusahaan BUMN Kategori Gold melalui program Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang TJSL & CSR Award 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Dahlia mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kerja sama perusahaan dengan para pemangku kepentingan dalam menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan,” katanya.
Melalui program tersebut, Terminal Teluk Lamong terus mendorong masyarakat pesisir meningkatkan kapasitas ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Program budidaya kepiting soka diharapkan dapat berkembang menjadi model pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.(Red)












