Cacatanpublik.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat penyelenggaraan Satu Data Jawa Timur. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan tata kelola statistik sektoral.
Diskominfo Jatim bersama BPS RI dan BPS Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi pada Kamis (3/9/2026). Rakor tersebut membahas penajaman penilaian tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral di Provinsi Jawa Timur.
Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin memaparkan sejumlah program Pemprov Jatim dalam membangun ekosistem data yang terintegrasi. Program tersebut mencakup Satu Data Jawa Timur, Open Data, Satu Peta, Dashboard Publik, dan Majapahit Digital.
Sherlita menjelaskan bahwa Pemprov Jatim membangun ekosistem tersebut untuk mendukung seluruh proses statistik. Pemerintah mengelola proses tersebut mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan, pengolahan, penyajian, hingga monitoring dan evaluasi.
Tiga Pilar Satu Data Jawa Timur
Pemprov Jatim menjalankan Satu Data Jawa Timur dengan melibatkan tiga pilar utama, yakni BPS, Diskominfo, dan Bappeda. Seluruh perangkat daerah juga berperan sebagai produsen data sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
Kolaborasi antarlembaga tersebut membantu pemerintah membangun tata kelola data yang lebih terarah. Pemerintah dapat mengoptimalkan data yang tersedia untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Diskominfo Jatim juga memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan literasi dan pemanfaatan data. Pemprov Jatim menjalankan program Pojok Statistik dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mengenai standar serta metadata.
Selain itu, program tersebut mendorong pemanfaatan Open Data dan penelitian berbasis data. Pemprov Jatim juga memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang menjalankan kegiatan magang pada perangkat daerah.
BPS Perkuat Pembinaan Statistik Sektoral
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan pembangunan statistik di Jawa Timur membutuhkan sinergi antara BPS, Pemprov Jatim, Diskominfo, Bappeda, dan perangkat daerah lainnya.
BPS menjalankan peran sebagai produsen data dasar. Selain itu, BPS juga melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, standardisasi, dan pembinaan statistik sektoral.
Herum menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menghasilkan statistik sektoral yang berkualitas. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam menyebarluaskan informasi terkait statistik dan sensus.
Pemprov Jatim memanfaatkan sejumlah sarana komunikasi, seperti videotron, podcast, dan kanal media lainnya. Sarana tersebut membantu BPS memperluas penyampaian informasi statistik kepada masyarakat.
BPS Tekankan Standar dan Metadata
Diah Ikawati dari BPS RI mengapresiasi berbagai upaya Pemprov Jatim dalam membangun ekosistem data dan statistik.
Diah menegaskan bahwa data berkualitas harus memenuhi sejumlah prinsip. Data perlu memiliki standar dan metadata yang jelas serta mampu terintegrasi dan beroperasi secara interoperabel.
Pengelola data juga perlu menggunakan definisi yang jelas dan menjaga konsistensi antarperiode maupun antarlevel pemerintahan. Data harus memiliki konteks serta referensi waktu yang jelas agar pengguna dapat memahami informasi secara tepat.
Penguatan Satu Data Jawa Timur melalui kolaborasi Diskominfo Jatim dan BPS diharapkan mampu menghasilkan data statistik sektoral yang semakin berkualitas dan terintegrasi.
Data tersebut selanjutnya dapat menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun perencanaan, mengevaluasi program, serta mengambil kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran di Jawa Timur.(Red)









