Surabaya, ILC– Suasana unik dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya Komisi A, Muhaimin, SH., MM., yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Surabaya, di wilayah Jemur Wonosari Gang I, RW 06, Kecamatan Wonocolo, Minggu malam (24/05/2026).
Tradisi guyub dan gotong royong warga tampak begitu kental dalam kegiatan serap aspirasi yang berlangsung di Balai RW 06 RT 02 dan RT 03 tersebut. Pada hari ketujuh masa reses ke-10 itu, warga menyambut kedatangan legislator yang akrab disapa Cak Imin dengan cara tidak biasa.
Sesaat setelah turun dari kendaraan, Cak Imin dijemput para Ketua RT dan pengurus RW 06, kemudian diarak menggunakan “gledegan” yang dihias nuansa merah putih menuju Balai RW. Pemandangan tersebut menjadi perhatian sekaligus simbol kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Setibanya di lokasi acara, Cak Imin langsung menyapa warga yang telah menunggu kehadirannya. Kegiatan diawali dengan doa bersama agar acara berjalan lancar dan penuh keberkahan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk rasa cinta terhadap tanah air.
Sekitar 70 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua RT 01 hingga RT 09, tokoh masyarakat, tokoh agama, Kader Surabaya Hebat (KSH), Karang Taruna, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Cak Imin menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, berbagai usulan warga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui reses ini, warga bisa menyampaikan kebutuhan maupun program yang belum terealisasi agar dapat diperjuangkan bersama pemerintah kota,” ujarnya.
Ia juga sempat menyinggung pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui program Kampung Pancasila.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya pengadaan alat kesehatan berupa alat tensi darah sebagai inventaris warga, dukungan terhadap pelaku UMKM, hingga usulan dari Karang Taruna terkait penyelenggaraan seminar bahaya narkoba bagi generasi muda.
Menanggapi usulan tersebut, Cak Imin menyatakan siap mengawal aspirasi warga agar dapat direalisasikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Ia juga memberikan apresiasi khusus terhadap usulan seminar narkoba.
“Usulan ini sangat bagus. Bahaya narkoba bagi generasi muda memang harus menjadi perhatian bersama. Nanti akan saya sampaikan kepada pihak BNN agar bisa ditindaklanjuti,” kata Cak Imin disambut aplaus warga.
Sebelum acara ditutup, ia kembali menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan wadah komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat dalam memperjuangkan pembangunan lingkungan, pemberdayaan pemuda, serta peningkatan pelayanan masyarakat.
Warga pun berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera diperjuangkan dan direalisasikan demi kemajuan kampung serta kesejahteraan masyarakat Surabaya.
(Red/Tim KJN)







