
Tanggamus.Catatanpublik_Pondok pesantren Al-Azhar yang berlokasi di pekon argomulyo kecamatan sumberejo dalam mendukung program pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan prioritaskan penerimaan anak didik yang mengalami kondisi ekonomi kurang mampu terutama bagi anak anak yatim piatu.
Dalam acara silaturahmi awak media senin, 20 juli 2026 ,pimpinan pondok pesantren Hendro menjelaskan bahwa generasi bangsa dengan keterbatasan ekonomi sampai dengan anak yatim piatu berhak mendapatkan pendidikan.

Menurut pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren Al azhar Hendro Pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib, membangun watak, dan memajukan kehidupan,Pendidikan bukan hanya soal ijazah, tapi bekal untuk menjadi manusia yang lebih baik. 
“Pondokan mengajarkan cara hidup bersama dalam aturan yang melatih kesalehan hati, kelancaran ilmu, dan kekuatan watak, membentuk santri yang berilmu, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, dan berguna bagi agama serta masyarakat” Ucap Hendro

Pantauan awak media di lokasi beberapa fasilitas pondokan masih dalam tahap pembangunan, sehingga asrama para santri serta tempat belajar masih mengandalkan bangunan seadanya.
menurut Hendro pondok pesantren belum lama berdiri kurang lebih sekitar 4 tahun,sehingga seluruh fasilitas belum tersedia secara maksimal, kendala utama yang membuat lambatnya pembangunan jelas adalah anggaran yang mengandalkan dana pribadi serta swdaya masyarakat.
masih dalam penjelasanya,saat ini yang sangat di butuhkan adalah fasilitas dasar – asrama, ruang kelas, masjid, kamar mandi/sanitasi, air bersih, listrik, dan peralatan belajar yang layak,perbaikan akses jalan & lingkungan seperti jalan masuk kelokasi pondokan, drainase dan pagar pengaman.
“Kami berharap pemerintah daerah hadir sebagai mitra sejati, mengerti bahwa pondok juga mencerdaskan anak bangsa. Dukungan fasilitas bukan bantuan semata, tapi investasi bersama menjaga generasi yang berilmu dan berakhlak mulia” Tandas Hendro
pesantren memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang yang membentuk karakter, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membiasakan anak-anak menerapkan nilai-nilai kehidupan sehari hari.
Pesantren adalah salah satu pilar pendidikan di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Agama, pada 2025 terdapat 42.435 pesantren dengan 3.164.986 santri yang tersebar di berbagai provinsi.
red







