Cacatanpublik.com– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur mendorong Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat kemitraan dengan dunia industri. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.
Diskominfo Jatim menyampaikan dukungan tersebut dalam Temu Industri dan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kemitraan Strategis antara Politeknik Negeri Malang dan Dunia Industri di Kantor Diskominfo Jatim, Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfo Jatim Imam Fahamsyah mewakili Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin dalam kegiatan itu. Ia menilai perkembangan teknologi dan transformasi digital menuntut pendidikan vokasi membangun hubungan yang semakin erat dengan industri.
Imam mendorong perguruan tinggi dan dunia industri membuka ruang kerja sama yang lebih luas. Menurutnya, sinergi tersebut dapat membantu Jawa Timur meningkatkan daya saing SDM sekaligus menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi di masa depan.
“Harapannya kita membuka ruang kerja sama seluas-luasnya, sehingga dari kerja sama ini tujuannya cuma satu, bagaimana Jawa Timur bisa jadi jauh lebih kompetitif di antara provinsi-provinsi lain,” kata Imam.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah, perguruan tinggi, dan industri harus mulai menyiapkan SDM untuk menghadapi tantangan menuju Generasi Emas 2045 sejak sekarang.
“Ketika kita punya mimpi 2045 ada Generasi Emas, maka itu tidak bisa dimulai pada tahun 2030, tetapi harus kita mulai dari sekarang,” ujarnya.
Diskominfo Jatim mencatat Polinema menjadi perguruan tinggi ke-10 yang menjalin kerja sama dengan Pemprov Jatim, khususnya Diskominfo Jatim. Kerja sama tersebut mencakup program magang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Cerdas Digital, serta pemanfaatan Open Data Jawa Timur untuk mendukung penelitian dan inovasi.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan pengalaman praktis sekaligus memahami kebutuhan industri. Sementara itu, industri dapat terlibat dalam pengembangan kompetensi calon tenaga kerja sejak dari lingkungan pendidikan.
Direktur Polinema Supriatna Adhisuwignjo mengatakan Polinema memiliki mandat untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan sekitar 15.000 mahasiswa aktif, Polinema membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pendidikan vokasi. Supriatna menyebut pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat sebagai bagian penting dalam mendukung pengembangan kampus.
“Polinema tidak bisa sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat,” kata Supriatna.
Menurutnya, kerja sama dengan industri dapat memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan dunia kerja. Polinema ingin memastikan proses pembelajaran terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Dalam kegiatan tersebut, Polinema bersama mitra industri melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kegiatan itu juga menjadi ruang untuk membahas berbagai bentuk kerja sama yang dapat memperkuat pendidikan vokasi.
Para peserta membahas program magang, penelitian, teaching factory, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kompetensi mahasiswa. Forum juga menghadirkan sesi berbagi praktik baik dan diskusi mengenai kebutuhan industri terhadap lulusan pendidikan vokasi.
Diskominfo Jatim menegaskan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan industri harus menghasilkan manfaat nyata. Pemerintah mendorong para pihak tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi segera menjalankan berbagai program yang telah disepakati.
Penguatan kemitraan tersebut diharapkan membangun pendidikan vokasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Polinema dan industri dapat terus mengembangkan kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat kualitas SDM Jawa Timur.
Melalui sinergi pendidikan, pemerintah, dan dunia industri, Jawa Timur memiliki peluang lebih besar untuk mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi perkembangan teknologi serta persaingan dunia kerja.(Yud)











