Pendidikan di Kepulauan Masalembu Mengkhawatirkan, Tiga Kelas SDN Masalima V Ambruk

Cacatanpublik com – Kondisi pendidikan di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan. SDN Masalima V yang berada di Desa Masalima, Kecamatan Masalembu,

kini menghadapi persoalan serius setelah tiga ruang kelasnya ambruk dan tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kerusakan bangunan sekolah tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru, siswa, dan wali murid.

Meski berada dalam kondisi yang jauh dari kata layak, pihak sekolah tetap menjalankan proses pembelajaran demi menjaga keberlangsungan pendidikan bagi para siswa.

Kepala SDN Masalima V, Hasyim, mengatakan bahwa ruang kelas IV, V, dan VI telah ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan mengalami kerusakan berat.

Selain itu, ruang kantor sekolah juga mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga membutuhkan perbaikan segera.

“Ketiga ruang kelas itu sudah tidak bisa digunakan lagi. Saat ini kami memanfaatkan ruang yang masih ada sebagai kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” ujar Hasyim.

Menurutnya, kerusakan bangunan tidak hanya terjadi pada ruang yang sudah roboh.

Sejumlah ruang lainnya juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius, terutama pada bagian rangka atap yang mulai lapuk dan berpotensi roboh sewaktu-waktu.

Kondisi tersebut membuat guru dan siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan rasa waswas,

terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda wilayah kepulauan Masalembu.

Akibat keterbatasan ruang belajar, pihak sekolah terpaksa menggabungkan beberapa rombongan belajar dalam satu ruangan.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh siswa tetap mendapatkan hak pendidikan meskipun sarana yang tersedia sangat terbatas.

SDN Masalima V saat ini memiliki 27 siswa yang terdiri dari dua siswa kelas I, empat siswa kelas II, lima siswa kelas III, lima siswa kelas IV, delapan siswa kelas V, dan tiga siswa kelas VI.

Dengan jumlah siswa tersebut, sekolah tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan.

Hasyim mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali melaporkan kondisi bangunan kepada instansi terkait.

Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai pelaksanaan rehabilitasi atau pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak.

“Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata.

Kondisi bangunan ini sangat membahayakan keselamatan siswa dan guru yang setiap hari beraktivitas di sekolah,” katanya.

Masyarakat setempat juga menyuarakan harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan.

Mereka menilai siswa di daerah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh sarana pendidikan yang aman dan layak seperti siswa di wilayah perkotaan.

Warga khawatir apabila perbaikan terus tertunda, kerusakan bangunan akan semakin parah dan dapat mengancam keselamatan para siswa maupun tenaga pendidik.

Mereka berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dapat segera turun tangan untuk menyelamatkan fasilitas pendidikan tersebut.

Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, para guru SDN Masalima V tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan terus mendampingi siswa belajar.

 

Namun mereka berharap upaya tersebut segera didukung dengan perbaikan infrastruktur sekolah agar proses pendidikan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan berkualitas.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *