cacatanpublik.com. – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur terus meningkatkan kemampuan literasi digital pelajar melalui program CERDIG (Cerdas Digital). Dalam kegiatan bertajuk Pelatihan Dasar Klinik Hoaks yang digelar secara daring pada Jumat (12/6/2026), Diskominfo Jatim membekali 110 pelajar Sekolah Rakyat dengan keterampilan verifikasi informasi guna menghadapi maraknya hoaks dan disinformasi di ruang digital.
Melalui pelatihan tersebut, Diskominfo Jatim mengajak peserta memahami pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Para pelajar juga mempelajari cara mengenali ciri-ciri hoaks, melakukan cek fakta sederhana, serta memanfaatkan sumber informasi yang kredibel.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Jawa Timur, Putut Darmawan, saat membacakan sambutan Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi keterampilan yang sangat penting bagi generasi muda di era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran informasi palsu, disinformasi, dan berbagai modus penipuan digital yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali pelajar dengan kemampuan mengenali hoaks dan melakukan verifikasi informasi secara sederhana. Dengan keterampilan tersebut, mereka dapat menjadi pengguna media digital yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujar Putut.
Diskominfo Jatim menilai pelajar memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat. Karena itu, instansi tersebut terus mendorong penguatan literasi digital agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun provokatif.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan hoaks dan disinformasi, teknik dasar cek fakta, penggunaan platform pemeriksa fakta, serta langkah-langkah praktis untuk memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, Diskominfo Jatim juga menanamkan kesadaran kepada para pelajar mengenai pentingnya etika bermedia digital. Peserta diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan berkontribusi menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.
Melalui program CERDIG, Diskominfo Jatim berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan informasi positif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang semakin cakap digital dan mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi secara bijaksana.
Dengan penguatan keterampilan verifikasi informasi sejak dini, Diskominfo Jatim optimistis generasi muda Jawa Timur akan tumbuh menjadi pribadi yang kritis, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar di era digital.(Yud)









