Data Kecelakaan Meningkat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya Imbau Warga Jauhi Rel Saat Ramadan

Cacatanpublik.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengimbau masyarakat menjauhi jalur rel kereta api selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

 

Manajemen mengeluarkan imbauan tersebut menyusul meningkatnya angka kecelakaan di wilayah operasional Daop 8.

 

KAI Daop 8 Surabaya mencatat 23 kejadian temperan sepanjang 2025. Pada periode Januari hingga Februari 2026, perusahaan kembali mencatat tujuh insiden serupa.

 

Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kecelakaan di jalur rel masih tinggi dan memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

 

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh memanfaatkan jalur rel untuk kegiatan apa pun, termasuk ngabuburit atau berkumpul menjelang berbuka puasa.

 

 

Ia menyatakan bahwa jalur kereta merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api.

 

“Kami meminta masyarakat tidak beraktivitas di sekitar rel. Aktivitas sekecil apa pun dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api,” ujarnya.

 

 

KAI Daop 8 Surabaya juga memperkuat patroli keamanan di titik-titik rawan serta meningkatkan sosialisasi ke sekolah dan komunitas warga yang tinggal di sekitar lintasan.

 

Perusahaan menggencarkan edukasi agar masyarakat memahami bahaya berada di ruang manfaat jalur kereta api.

 

 

Manajemen kembali mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian melarang setiap orang berada di jalur rel tanpa kepentingan resmi.

 

Pelanggar dapat menghadapi ancaman pidana kurungan hingga tiga bulan atau denda maksimal Rp15 juta.

 

 

Melalui langkah preventif dan pengawasan intensif selama Ramadan hingga masa Angkutan Lebaran 2026,

 

KAI Daop 8 Surabaya berupaya menekan angka kecelakaan dan menjaga perjalanan kereta tetap aman serta lancar.

 

 

“Kami mengajak masyarakat menjaga keselamatan bersama dengan tidak beraktivitas di jalur rel. Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Mahendro.(Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *