
Catatanpublik_Wilayah yang meliputi kecamatan ulubelu terutama yang termasuk dalam kategori ring satu kerap di landa gempa dengan getaran yang cukup kuat, hal tersebut spontan menjadi kehawatiran warga masyarakat setempat.
masyarakat berinisial AN yang enggan di publikasikan saat di konfirmasi menyatakan jika gempa yang semakin kerap terjadi tersebut diduga akibat aktivitas pengeboran oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

“Hanya wilayah kami Ulubelu saja yang selalu mengalami gempa hampir setiap hari sedangkan wilayah lain yang berjauhan dengan lokasi PT Pertamina tidak gempa,banyak rumah warga saat ini sudah mengalami keretakan” Tandas AN.
Namun kutipan pernyataan dari pemberitaan salah satu media General Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Edy Sudarmadi justru menyangkal dan menyatakan jika gempa bukan berasal dari aktivitas pengeboran gas panas bumi di wilayah tersebut.
Akan tetapi jika mengacu pada pendapat para pakar peneliti pernyataan yang di lontarkan Sudarmadi didapati sebuah perbedaan yang tentunya secara jelas membantah jika aktivitas pengeboran tidak berdampak gempa.
Berikut para pakar, peneliti, dan lembaga yang menyatakan pengeboran/eksploitasi geotermal bisa memicu gempa, lengkap dasar pendapatnya:
Pakar & Lembaga di Indonesia
1. Melky Nahar (Koordinator JATAM/Jaringan Advokasi Tambang) – Menegaskan aktivitas pengeboran & injeksi fluida mengubah tekanan batuan, bisa memicu gempa, terutama jika berdekatan patahan aktif; contoh kasus Gunung Salak.
2. Imam Shofwan (JATAM) – Eksploitasi mengubah keseimbangan lapisan bumi, memicu guncangan lokal; berisiko lebih tinggi di wilayah tektonik aktif seperti Indonesia.
3. WALHI – Studi menunjukkan teknologi Enhanced Geothermal System (EGS) memecah batuan & menurunkan kekuatan ikat, mudah memicu gempa; dikhawatirkan bisa memicu gempa besar di zona tektonik aktif.
4. Peneliti ITB & Pakar Geologi – Pengeboran dalam & injeksi air bisa mengaktifkan kembali patahan yang sebelumnya diam; gempa umumnya kecil (<M4), tapi berisiko kerusakan jika dekat pemukiman.
kesimpulan,masyarakat berharap PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ulubelu melakukan kajian lingkungan yang ketat dan transparansi serta melibatkan masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama untuk menghindari dampak yang sangat merugikan dan menggerus hak asasi masyarakat sekitar, bukan justru menyangkal dampak negatif aktivitas tersebut.
“keselamatan kami terancam karena gempa yang kerap terjadi saat ini, aktivitas pengeboran kian hari semakin bertambah,bagaimana nasib kami kalau bencananya lebih parah? Keselamatan kami bukan angka di laporan proyek,” keluh AN, warga desa yang berada di daerah dekat lokasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ulubelu.
Geothermal memang peluang besar bagi masa depan energi Indonesia. Tetapi peluang itu hanya dapat diwujudkan jika keamanannya dijamin, hak masyarakat dihormati, dan tata kelola dilakukan dengan integritas tinggi. Energi bersih seharusnya tidak hanya membersihkan bumi dari emisi, tetapi juga memuliakan manusia yang hidup di sekitarnya.
red












