TPK Teluk Lamong Dorong Keselamatan Kerja melalui Pembelajaran Insiden Fatality

Cacatanpublik.com– PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus mendorong penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pembelajaran dari setiap insiden yang terjadi di lingkungan operasional. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pekerja dan mitra kerja terhadap potensi risiko sekaligus mencegah terulangnya kecelakaan kerja.

Komitmen itu kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Safety Forum Triwulan II Tahun 2026 di TPK Teluk Lamong, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 dan Blind Spot Awareness”.

Forum tersebut mempertemukan jajaran manajemen PT Terminal Teluk Lamong dengan para mitra kerja strategis yang mendukung kegiatan operasional terminal. Perusahaan mengajak seluruh peserta menjadikan pengalaman dari berbagai insiden sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pencegahan kecelakaan.

Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi nilai utama dalam setiap aktivitas kerja. Ia meminta seluruh pekerja dan mitra kerja menjalankan pekerjaan dengan penuh kepedulian dan disiplin.

“Keselamatan adalah nilai utama yang tidak dapat ditawar. Seluruh insan perusahaan maupun mitra kerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara aman sehingga setiap pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Budaya safety harus dibangun melalui kepedulian, disiplin, dan keberanian untuk saling mengingatkan,” ujar Muhammad Syukur.

Sementara itu, Terminal Head TPK Teluk Lamong, Pierre Rochel Tumbol, mengajak seluruh peserta memahami bahwa setiap aktivitas operasional memiliki potensi risiko. Karena itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi dan menerapkan tindakan pencegahan secara konsisten.

“Setiap kejadian merupakan pengingat bahwa risiko selalu ada dalam setiap aktivitas operasional. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari setiap peristiwa, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan memastikan seluruh tindakan pencegahan benar-benar diterapkan di lapangan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan harus menjadi budaya dalam setiap proses kerja,” tutur Pierre Rochel Tumbol.

Dalam sesi utama Safety Forum, peserta mempelajari Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026. Materi tersebut mengulas kronologi sejumlah insiden fatal, faktor penyebab, serta langkah pengendalian yang dapat diterapkan untuk mencegah kejadian serupa.

Melalui pembelajaran tersebut, PT Terminal Teluk Lamong mendorong pekerja dan mitra kerja untuk meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi potensi bahaya. Perusahaan juga memperkuat budaya pelaporan agar setiap potensi risiko dapat segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan kecelakaan.

Selain membahas insiden fatality, forum juga menghadirkan materi Blind Spot Awareness. Materi ini menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap area yang tidak terlihat secara langsung oleh operator alat berat maupun pengemudi kendaraan operasional.

Tingginya aktivitas alat bongkar muat dan kendaraan di kawasan terminal membuat kesadaran terhadap blind spot menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan. Dengan memahami titik-titik yang tidak terlihat, pekerja dan pengemudi dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi potensi kecelakaan di area operasional.

Komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam memperkuat budaya K3 juga terlihat dari capaian 25.372.483 jam kerja aman selama periode April hingga Juni 2026. Capaian tersebut melibatkan 175 pekerja di area TPK Teluk Lamong bersama 945 tenaga kerja dari mitra kerja.

Perusahaan terus membangun budaya HSSE melalui komunikasi, edukasi, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan. PT Terminal Teluk Lamong berharap langkah tersebut mampu menciptakan lingkungan kerja yang semakin aman sekaligus mendukung operasional terminal yang andal dan berkelanjutan.

Dengan menjadikan setiap insiden sebagai bahan pembelajaran, TPK Teluk Lamong berkomitmen memperkuat budaya keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses kerja. Upaya tersebut sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang aman, berdaya saing, dan berkelas dunia.(Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *