Cacatanpublik.com – Pegawai di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur mengikuti kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) Ramadan yang digelar setelah Salat Zuhur di Masjid Al-Qomar Kominfo Jatim, Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh KH. Muh. Syakir Ridho yang mengangkat tema tentang makna Al-Qur’an di bulan Ramadan serta pentingnya mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah perjalanan sementara sebelum manusia menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan memanfaatkan waktu di dunia dengan memperbanyak amal kebaikan.
Menurutnya, Al-Qur’an yang diturunkan pada bulan Ramadan menjadi petunjuk bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan.
Melalui ajaran yang terkandung di dalamnya, manusia diarahkan untuk menempuh jalan kebaikan dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
“Ramadan dan Al-Qur’an adalah dua hal yang tidak terpisahkan, karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berbagai ibadah seperti salat, zakat, puasa, dan haji merupakan sarana bagi umat Islam untuk memperkuat iman sekaligus mempersiapkan bekal menuju kehidupan setelah dunia.
Amal ibadah tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, ia mengibaratkan kehidupan di dunia sebagai tempat persinggahan sementara sebelum manusia melanjutkan perjalanan menuju kehidupan yang sebenarnya.
Karena itu, manusia dianjurkan untuk bersyukur atas petunjuk yang telah diberikan Allah melalui Al-Qur’an.
Ia juga mengajak jamaah memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa,
serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Pada periode tersebut, umat Islam dianjurkan
memperbanyak amal karena diyakini terdapat malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan.
Melalui kegiatan kultum Ramadan ini, para pegawai Diskominfo Jatim diharapkan dapat menjadikan bulan suci sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan,
serta mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan di akhirat. (Yud)












