Sidoarjo — 29 November 2025 Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di Kabupaten Sidoarjo diisi dengan pesan kuat tentang peran strategis perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Hal itu disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, dalam Workshop Perempuan Berdaya di Era Digital: Memahami Hak dan Melindungi Diri Secara Hukum, yang digelar Dinas P3AKB di Pendopo Delta Wibawa, Jumat .
Kegiatan ini dihadiri ratusan perempuan dari berbagai organisasi, ASN perempuan, kader PKK, serta tokoh masyarakat. Workshop juga dirangkaikan dengan Launching Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025, sebagai komitmen pemerintah dalam memperkuat arah pembangunan berbasis data kependudukan.
Perempuan Harus Siap Memimpin di Ruang Digital
Dalam sambutannya, dr. Sriatun Subandi menegaskan bahwa perempuan saat ini hidup di era yang penuh peluang. Teknologi digital, menurutnya, telah membuka ruang besar bagi perempuan untuk belajar, bekerja, berkarier, mengembangkan usaha, dan mengekspresikan diri.
“Perempuan tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi. Perempuan harus mampu tampil sebagai pemimpin dan pelindung—baik bagi dirinya sendiri maupun bagi generasi penerus di dunia digital,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa ruang digital menuntut perempuan untuk memiliki kecakapan dalam memilah informasi, memahami hak-haknya, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.
Tantangan: Kekerasan dan Penyalahgunaan di Ruang Digital
Sriatun juga menyoroti berbagai tantangan yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi. Kasus kekerasan berbasis gender online, penyalahgunaan data pribadi, perundungan digital, penipuan daring, dan pelecehan masih sering menimpa perempuan.
“Fenomena ini meninggalkan dampak psikologis, sosial, hingga hukum. Karena itu, pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada peningkatan kapasitas, tetapi juga harus mencakup pemahaman hukum dan kemampuan melindungi diri,” ujarnya.
Ia berharap para peserta workshop dapat menjadi perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjaga diri sekaligus menjadi edukator bagi lingkungan sekitar.
Penghargaan atas Peran Perempuan
Pada kesempatan itu, Sriatun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh perempuan Sidoarjo yang telah berkontribusi di berbagai bidang.
“Perempuan Sidoarjo memiliki kekuatan dan potensi luar biasa. Momentum Hari Ibu harus menjadi titik penguatan untuk mewujudkan perempuan yang mandiri, berdaya, dan terlindungi,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak memastikan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap dalam pembangunan, tetapi justru menjadi motor perubahan dan penggerak transformasi digital di masyarakat.
Wujud Komitmen: Launching Peta Jalan Kependudukan 2025
Acara semakin bermakna dengan diluncurkannya Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025. Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PKK, Sekretaris Daerah, para narasumber nasional, serta perwakilan BKKBN Jawa Timur.
Dokumen tersebut kemudian diserahkan kepada BKKBN Provinsi Jawa Timur sebagai landasan untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan kependudukan di Sidoarjo secara terstruktur dan berkelanjutan.
Bangun Perempuan Cerdas, Berdaya, dan Terlindungi
Kepala Dinas P3AKB, Heni Kristiani, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender online.
Ia berharap workshop ini menjadi pintu bagi perempuan untuk semakin percaya diri, melek digital, dan berani bersuara.(Yud)








