Cacatanpublik.com – Rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 mendapat perhatian dari aktivis sekaligus pengamat Eko Gagak. Ia menyoroti respons sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) menjelang aksi penyampaian aspirasi tersebut.
Eko Gagak menilai munculnya sejumlah imbauan menjelang aksi perlu mendapat perhatian publik. Ia melihat respons tersebut dapat memengaruhi dinamika di tengah masyarakat apabila berbagai pihak tidak mengelola perbedaan pandangan secara bijak.
“Pola respons ini tidak biasa dan berpotensi memicu rekayasa konflik horizontal di tingkat akar rumput,” ujar Eko Gagak, Minggu (23/8/2026).
AMPB Tetap Siapkan Aksi
AMPB menjadwalkan aksi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Massa akan menyampaikan aspirasi terkait transparansi tata kelola pemerintahan dan keadilan sosial.
Dalam persiapan aksi, AMPB juga menghadapi kendala terkait pemblokiran rekening pribadi dan rekening donasi atas nama Supriyono alias Botok. Pihak AMPB menyebut pemblokiran tersebut berdampak terhadap dana logistik sebesar Rp80.935.479.
Kendati menghadapi kendala tersebut, koordinator lapangan tetap mempersiapkan aksi. Mereka menyatakan persoalan teknis tersebut tidak menyurutkan dukungan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
AMPB juga mempublikasikan sejumlah proses persiapan dan penggalangan dana melalui kanal digital. Langkah itu mereka lakukan untuk menjaga transparansi serta menunjukkan kepada publik proses mobilisasi yang mereka jalankan.
Respons Bamus Betawi dan KAMMI
Menjelang aksi AMPB, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyampaikan imbauan terkait pengerahan massa.
Respons tersebut kemudian menjadi perhatian Eko Gagak. Ia menilai publik perlu mencermati latar belakang dan konteks setiap pernyataan yang muncul menjelang aksi.
Menurut Eko, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dalam negara demokrasi. Namun, seluruh pihak harus menghindari narasi yang dapat memperuncing perbedaan dan mendorong kelompok masyarakat saling berhadapan.
Ia juga meminta masyarakat tetap kritis dalam menyikapi berbagai informasi menjelang 27 Agustus. Publik perlu memeriksa informasi sebelum menyebarkannya agar tidak memperbesar potensi kesalahpahaman.
Dorong Aksi Berjalan Kondusif
Eko Gagak mendorong AMPB dan seluruh kelompok yang memiliki pandangan berbeda untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia menilai penyampaian aspirasi dapat berjalan tertib apabila setiap pihak menghormati aturan dan hak kelompok lain.
Sementara itu, AMPB menyatakan tetap menjalankan agenda aksi pada 27 Agustus. Massa akan menyampaikan tuntutan secara tertib dan mengikuti ketentuan yang berlaku selama berada di sekitar Gedung DPR RI.
Menjelang aksi tersebut, perhatian publik kini tertuju pada respons berbagai kelompok serta langkah aparat dalam menjaga keamanan. Perbedaan pandangan diharapkan tidak berkembang menjadi gesekan antarormas maupun konflik di tengah masyarakat.(Yud)












