SUKABUMI, – Kabar baik bagi para petani di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Cipamatutan yang sebelumnya rusak berat akibat banjir pada Agustus 2025, kini telah rampung. Pulihnya jaringan irigasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kembali distribusi air untuk mengairi sekitar 54 hektare lahan persawahan milik masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bidang Sumber Daya Air (SDA), menuntaskan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian pada tahun anggaran 2026.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Angell Gemilang ini menjadi langkah penting dalam memulihkan fungsi jaringan irigasi yang sebelumnya terputus akibat derasnya aliran banjir. Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu kondisi fisik saluran, tetapi juga menghambat distribusi air yang sangat dibutuhkan petani untuk menunjang aktivitas pertanian.
Daerah Irigasi Cipamatutan memiliki peran strategis bagi masyarakat setempat. Dengan cakupan layanan sekitar 54 hektare persawahan, keberadaan jaringan ini menjadi salah satu penopang keberlangsungan kegiatan pertanian, mulai dari persiapan lahan, masa tanam, hingga pemeliharaan tanaman.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriadi, menjelaskan bahwa kerusakan jaringan irigasi Cipamatutan dipicu oleh banjir pada Agustus 2025. Pergeseran aliran sungai menyebabkan tanggul penahan saluran tergerus hingga puluhan meter dan mengakibatkan jaringan irigasi terputus.
“Kerusakan saluran irigasi Cipamatutan terjadi akibat banjir pada Agustus 2025 lalu. Aliran sungai bergeser dan menggerus tanggul penahan saluran sepanjang puluhan meter hingga menyebabkan jaringan irigasi terputus,” ujar Yadi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, penanganan kerusakan tersebut menjadi perhatian karena jaringan irigasi merupakan infrastruktur penting yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama para petani yang membutuhkan ketersediaan air secara berkelanjutan.
Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan fungsi jaringan yang terdampak sekaligus memastikan infrastruktur sumber daya air tersebut kembali dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Yadi menegaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi telah diselesaikan tepat waktu sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, jaringan irigasi Cipamatutan diharapkan kembali menunjang kelancaran distribusi air ke lahan pertanian di wilayah layanannya.
“Keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik sangat penting bagi para petani, terutama untuk menjaga ketersediaan air saat musim tanam maupun ketika menghadapi musim kemarau,” jelasnya.
Pemulihan jaringan irigasi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Ketersediaan air yang lebih terjamin menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman, menjaga keberlangsungan musim tanam, serta membantu petani mengelola lahan secara optimal.
Meski demikian, keberlanjutan fungsi irigasi tidak hanya bergantung pada pembangunan dan rehabilitasi, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan secara rutin serta kepedulian bersama dari seluruh pihak yang memanfaatkan jaringan tersebut.
Karena itu, Yadi mengimbau masyarakat dan para pengguna air agar turut menjaga serta merawat infrastruktur irigasi yang telah diperbaiki. Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan jaringan irigasi tetap berfungsi secara optimal.
Rampungnya rehabilitasi DI Cipamatutan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga infrastruktur pengairan, mendukung kebutuhan petani, dan memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.(Red)












