Cacatanpublik.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur terus mengintensifkan program literasi digital guna meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi maraknya penyebaran hoaks dan ancaman kejahatan siber. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Cerdig (Cerdas Digital) yang digelar di Surabaya pada 23–24 Juni 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Masyarakat Cerdas Digital: Lindungi Data Pribadi, Tangkal Hoaks, dan Waspada Kejahatan Siber” ini merupakan hasil kolaborasi Kominfo Jatim bersama DPRD Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital.
Melalui program tersebut, Kominfo Jatim membekali peserta dengan pengetahuan mengenai perlindungan data pribadi, cara mengenali informasi palsu, serta langkah-langkah mengantisipasi berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dalam sambutan yang disampaikan melalui video mengatakan transformasi digital membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan yang harus dihadapi dengan meningkatkan kecakapan digital.
“Ruang digital memberikan banyak manfaat, namun juga memiliki tantangan yang harus kita hadapi bersama. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kecakapan digital agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Sherlita.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan produktif melalui edukasi yang berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Program Cerdig menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang teknologi informasi dan media, yakni Kepala Bidang Layanan Pemerintah Berbasis Elektronik Dinas Kominfo Kota Surabaya Yusuf Effendi, Redaktur Suara Surabaya Eddy Prasetyo, serta wartawan senior Kardono Setyorakhmadi.
Dalam pemaparannya, Yusuf Effendi mengingatkan bahwa keamanan digital menjadi tanggung jawab seluruh pengguna internet. Ia menilai banyak pelaku kejahatan siber memanfaatkan kelengahan masyarakat saat menggunakan perangkat digital maupun media sosial.
“Keamanan digital adalah tanggung jawab kita bersama. Sebelum klik, pikir dulu. Sebelum share, periksa dulu. Sebelum percaya, verifikasi dulu. Penjahat digital tidak selalu mencari sistem yang lemah, mereka mencari manusia yang lengah,” tegas Yusuf.
Melalui program literasi digital yang semakin intensif, Kominfo Jatim berharap masyarakat mampu menggunakan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif melindungi data pribadi, memverifikasi setiap informasi yang diterima, serta bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman dari hoaks dan berbagai bentuk kejahatan siber.(Yud)











