Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan panen kangkung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan berhasil memanen 62 kilogram kangkung hasil budidaya yang mereka tanam dan rawat secara berkelanjutan dengan pendampingan serta pengawasan petugas, Selasa (02/06/2026).
Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif di bidang pertanian.
Melalui keterlibatan langsung dalam proses penanaman, perawatan, hingga panen, warga binaan memperoleh pengalaman sekaligus pengetahuan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja mendampingi dan mengawasi proses panen untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman di bidang pertanian, tetapi juga mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja yang positif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Staf Seksi Kegiatan Kerja, Yudi Atmajaya, menyampaikan bahwa hasil panen kangkung tersebut menjadi bukti keberlangsungan program pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan melalui kegiatan pertanian produktif.
“Panen kangkung ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dijalankan secara berkelanjutan. Selain menghasilkan produk pertanian, kegiatan ini juga melatih keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab warga binaan. Kami berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Yudi.
Salah satu warga binaan yang terlibat dalam kegiatan panen, BD, mengaku senang dapat mengikuti program pembinaan pertanian yang diberikan oleh Lapas.
“Kami belajar banyak mulai dari menanam, merawat, hingga memanen. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberi pengalaman yang bermanfaat. Saya berharap keterampilan yang diperoleh dapat saya manfaatkan setelah bebas nanti,” ungkap BD.
Keberhasilan panen kangkung seberat 62 kilogram tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian mampu memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri secara positif.
Melalui kegiatan produktif seperti ini, warga binaan tidak hanya mengisi masa pembinaan dengan aktivitas yang bermanfaat, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus berkomitmen mengembangkan berbagai program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi warga binaan. Program pertanian yang dilaksanakan di SAE 1 diharapkan mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri, terampil, dan siap berintegrasi kembali secara sehat serta produktif setelah menyelesaikan masa pidananya. (nta).












