
TANGGAMUS. CATATANPUBLIK— Kendati sejumlah wilayah di kawasan kabupaten sudah mulai diguyur hujan, beberapa wilayah lainnya dilaporkan masih dilanda kekeringan ekstrem.
Tiga kecamatan di Kabupaten Tanggamus, yakni Pulau Panggung, Air Naningan, dan Ulubelu, hingga saat ini sama sekali belum tersentuh hujan.
Kondisi cuaca panas terik yang berkepanjangan telah menyebabkan sumber-sumber mata air warga dan lahan pertanian mengering total.
Krisis air ini berdampak fatal terhadap perekonomian warga setempat yang mayoritas mengandalkan sektor perkebunan.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan sabtu 12 september 2026, khususnya di wilayah Kecamatan Ulubelu tepatnya di area perkebunan Pekon Rejosari, hampir seluruh kawasan perkebunan kopi mengalami kekeringan parah.

Kondisi ini terlihat jelas dari hamparan pohon kopi yang sebagian besar sudah mengering dan mati.
Tanaman kopi yang menjadi komoditas unggulan sekaligus sumber penghasilan utama para petani di wilayah Ulubelu, Air Naningan, dan Pulau Panggung kini tak lagi produktif.
Selain kopi, berbagai jenis tanaman pertanian dan perkebunan pendukung lainnya turut layu dan mati terik matahari.
“Hujan belum turun sama sekali di daerah kami. Sumber air bersih mulai hilang, dan yang paling parah batang-batang pohon kopi mati karena panas berlebihan. Ini mengancam mata pencaharian utama warga,” ujar salah seorang warga setempat.
Kondisi puso atau gagal panen massal ini memicu kekhawatiran besar di kalangan petani. Warga berharap adanya perhatian dan penanganan tanggap darurat dari pemerintah daerah, baik berupa bantuan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun skema bantuan bagi para petani yang kehilangan sumber pendapatan utama mereka.
Red.











