Cacatanpublik.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meluncurkan program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Madura.(04/03/26)
Peluncuran program ini bersamaan dengan peresmian revitalisasi 60 sekolah, mencakup SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura, yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp47,8 miliar.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan. Beberapa fokus program meliputi:
Penguatan literasi dan numerasi siswa.
Meningkatkan jumlah lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Penunjukan 12 SMA sebagai sekolah percontohan (pilot project).
Pendataan potensi siswa untuk SNBP dan persiapan akademik SNBT melalui try out dan asesmen berkala.
Khofifah mendorong para kepala sekolah di Madura agar bekerja kolektif untuk mempersiapkan siswa menembus perguruan tinggi negeri.
Sebagai bentuk insentif, Pemprov Jatim menyiapkan reward revitalisasi tambahan bagi sekolah yang berhasil meningkatkan capaian kelulusan siswa
secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Revitalisasi sarana prasarana mencakup:
Bangkalan: 13 SMA, 3 SMK
Sampang: 7 SMA, 5 SMK, 3 SLB
Pamekasan: 5 SMA, 8 SMK
Sumenep: 11 SMA, 3 SMK, 2 SLB
Selain itu, Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan pendidikan Rp1 juta kepada 40 siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera dan 20 unit komputer untuk SMKN 2 Sampang guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paiwai, menyatakan revitalisasi ini bertujuan untuk pemerataan mutu pendidikan,
keselamatan bangunan sekolah, dan pemenuhan standar sarana prasarana, sehingga tercipta ekosistem pendidikan inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Madura.
Aries menambahkan, program MAMA MAU NAIK KELAS juga bertujuan meningkatkan jumlah siswa Madura yang lolos seleksi perguruan tinggi melalui SNBT, SNBP, dan UTBK.
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat agar transformasi pendidikan di Madura berjalan optimal dan berkelanjutan.(Yud)








