Karang Intan, Catatanpublik.com –
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengasah kemampuan memperbaiki bodi kendaraan melalui praktik di Bengkel Laskarin. Petugas Seksi Kegiatan Kerja mendampingi warga binaan dalam setiap tahapan pekerjaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, Sabtu (05/09/2026).
Program tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terlibat dalam pekerjaan secara langsung. Mereka mengidentifikasi bagian kendaraan yang mengalami kerusakan, memperbaiki dan meratakan permukaan bodi, melakukan pengecatan, hingga menyelesaikan tahap finishing. Setiap pekerjaan mereka lakukan dengan memperhatikan ketelitian dan kerapian agar hasil perbaikan sesuai dengan tahapan yang dikerjakan.
Praktik tersebut juga menunjukkan perkembangan pada kendaraan yang mereka kerjakan. Warga binaan telah menyelesaikan proses perbaikan dan perataan pada bagian bodi yang mengalami kerusakan, kemudian melanjutkan pekerjaan ke tahap pengecatan. Perkembangan ini menunjukkan kemampuan warga binaan dalam menerapkan tahapan body repair secara langsung sekaligus menghasilkan perubahan pada kondisi kendaraan.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja mengarahkan warga binaan dalam setiap tahapan pekerjaan serta mengawasi penggunaan peralatan selama proses berlangsung. Pendampingan tersebut membantu warga binaan memahami alur kerja body repair secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kerusakan hingga penyelesaian pekerjaan.
Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Yusron Rifki, mengatakan Lapas memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan kemampuan melalui praktik kerja secara langsung.
“Di sini warga binaan belajar sekaligus mempraktikkan keterampilan body repair. Mereka mulai terbiasa mengerjakan setiap tahapan dengan teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Keterampilan yang mereka dapatkan kami harapkan bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Yusron.
Selain mengerjakan perbaikan bodi kendaraan, warga binaan juga membangun kebiasaan kerja yang mendukung kualitas hasil pekerjaan. Mereka menjaga peralatan yang digunakan, mengikuti tahapan pekerjaan, serta memeriksa kembali hasil pengerjaan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Salah satu warga binaan berinisial AD mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan di Bengkel Body Repair. Ia mengatakan praktik langsung membantunya memahami pekerjaan yang sebelumnya belum dikuasainya.
“Dulu saya belum memahami seluruh proses body repair. Sekarang saya sudah belajar memperbaiki bodi, meratakan permukaan, sampai pengecatan dan finishing. Pengalaman ini membuat saya punya keterampilan yang bisa saya kembangkan untuk masa depan,” ungkap AD.
Perkembangan pengerjaan kendaraan tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Melalui kegiatan kerja, Lapas memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengasah keterampilan sekaligus menghasilkan pekerjaan melalui praktik secara langsung.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan kegiatan kerja sesuai potensi dan minat warga binaan. Bengkel Laskarin menjadi salah satu sarana pembinaan yang memberikan pengalaman kerja nyata di bidang otomotif, sekaligus membantu warga binaan membangun keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. (nta).






