Tebing Tinggi — Implementasi Business Continuity Management (BCM) atau Manajemen Kelangsungan Usaha (MKU) terus diperkuat oleh seluruh unit kerja perbankan sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas operasional di tengah potensi risiko bencana. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BRI Branch Office (BO) Tebing Tinggi melaksanakan kegiatan simulasi penanganan darurat bencana yang berlangsung di halaman depan Gedung Kantor BRI BO Tebing Tinggi, Jumat (17/4/2026)
Kegiatan ini merupakan bagian dari program BCM tahun 2026 yang mewajibkan seluruh Branch Office melaksanakan simulasi atau uji coba kelangsungan usaha dengan metode Full Scale Simulation. Metode ini dipilih khusus bagi unit kerja dengan Penilaian Risiko Ancaman Bencana (PRAB) tertinggi, yang mencakup berbagai potensi ancaman seperti banjir, gempa bumi, longsor, tsunami, erupsi gunung api, cuaca ekstrem, hingga aksi peningkatan massa di wilayah operasional.

Pelaksanaan simulasi berlangsung dengan skenario realistis yang dirancang untuk menguji kesiapan seluruh pekerja dalam merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Mulai dari evakuasi karyawan, pengamanan aset perusahaan, hingga prosedur komunikasi darurat dijalankan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan dalam kebijakan BCM BRI.
Hadir dalam kegiatan tersebut Branch Office Head BRI Tebing Tinggi, Bagus Prabu Danianto, bersama jajaran pejabat Micro & Retail Risk & Compliance, yakni Muhammad Taufik dan Feri Andriansyah. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen kuat manajemen dalam memastikan kesiapan seluruh lini organisasi dalam menghadapi potensi gangguan operasional.
Dalam sambutannya, Branch Office Head BRI Tebing Tinggi, Bagus Prabu Danianto, menegaskan pentingnya implementasi BCM sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis di tengah ketidakpastian. Ia menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan budaya kerja yang harus dibangun secara kolektif di seluruh unit kerja.

“Simulasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen kita dalam melindungi keselamatan insan BRILiaN, menjaga kepercayaan nasabah, serta memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dalam kondisi apa pun. BCM adalah investasi strategis yang menentukan daya tahan dan keberlanjutan organisasi,” ujar Bagus Prabu Danianto dengan penuh ketegasan dan elegansi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari capaian bisnis, tetapi juga dari kemampuan dalam mengelola risiko secara adaptif dan responsif. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pekerja mampu memahami peran masing-masing saat terjadi kondisi darurat, sekaligus meningkatkan sinergi antar unit kerja.
Kegiatan simulasi BCM ini diharapkan dapat menjadi benchmark dalam penerapan manajemen risiko yang terintegrasi di lingkungan BRI, khususnya di wilayah Tebing Tinggi. Dengan kesiapan yang matang, BRI optimistis mampu menghadapi berbagai potensi gangguan serta terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat secara berkelanjutan.













