Hasil Pembinaan Produktif, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Produksi Sabun Cuci Piring

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan semangat produktif dengan mengikuti program pembinaan kemandirian dan secara aktif memproduksi sabun cuci piring sebagai produk unggulan hasil karya mereka. Mereka juga mengolah, mengemas, dan menyiapkan produk tersebut untuk mendukung pengembangan keterampilan kerja serta menumbuhkan kemandirian yang bermanfaat setelah kembali ke Masyarakat, Selasa (13/05/2026).

Kegiatan produksi tersebut dilaksanakan di area pembinaan kerja Lapas sebagai bagian dari program pengembangan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan. Melalui pembinaan ini, warga binaan tidak hanya belajar membuat produk rumah tangga yang bermanfaat, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan usaha yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

Dalam proses pembuatannya, warga binaan secara mandiri mengikuti tahapan produksi mulai dari pencampuran bahan, pengolahan, pengemasan, hingga penyelesaian produk. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan diarahkan menjadi salah satu produk unggulan hasil pembinaan yang memiliki kualitas baik dan bernilai ekonomis.

Program ini memberikan berbagai manfaat, baik bagi warga binaan maupun masyarakat. Bagi warga binaan, kegiatan tersebut membantu meningkatkan keterampilan kerja, membangun rasa tanggung jawab, melatih kemandirian, serta menumbuhkan rasa percaya diri untuk memulai usaha secara mandiri setelah bebas nantinya.

Sementara bagi masyarakat, hasil produksi warga binaan dapat menjadi produk yang bermanfaat, terjangkau, dan sekaligus mendukung proses pembinaan yang positif di lingkungan pemasyarakatan.

Petugas Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimkerlohasker), Yudi Atmajaya, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian terus dikembangkan agar warga binaan mampu menghasilkan produk yang bernilai guna dan memiliki daya saing.

“Kami terus mendorong warga binaan agar aktif mengikuti pembinaan keterampilan yang produktif. Produksi sabun cuci piring ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya melatih kemampuan kerja, tetapi juga membuka peluang usaha dan memberikan nilai ekonomis bagi warga binaan,” ujar Yudi Atmajaya.

Salah satu warga binaan, Bondi, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses produksi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat untuk masa depannya.

“Saya merasa mendapatkan ilmu dan keterampilan baru selama mengikuti kegiatan ini. Selain mengisi waktu dengan hal positif, saya juga jadi lebih percaya diri karena bisa membuat produk yang nantinya dapat digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Bondi.

Melalui program pembinaan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *