cacatanpublik.com – Tani Merdeka Indonesia menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Angkatan III di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu, Malang, Jawa Timur, pada 16–18 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur serta sejumlah daerah lainnya mengikuti pelatihan yang menggabungkan pembelajaran teknis pertanian dengan pembinaan karakter.
Melalui program tersebut, Tani Merdeka Indonesia ingin mencetak petani yang tidak hanya memiliki keterampilan dalam mengelola usaha tani, tetapi juga mampu menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan pertanian di daerahnya.
Penyelenggara menyusun rangkaian kegiatan secara menyeluruh. Sejak hari pertama, peserta mengikuti pembinaan kedisiplinan, latihan fisik, ibadah berjamaah, serta berbagai materi di dalam kelas.
Seluruh agenda dirancang untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat pengabdian kepada bangsa melalui sektor pertanian.
Don Muzakir memberikan materi strategis mengenai pengembangan pertanian modern, peningkatan produktivitas, dan penguatan kelembagaan petani.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA., menyampaikan pembinaan karakter yang menekankan pentingnya kepemimpinan, integritas, nasionalisme, dan komitmen dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Selain mengikuti sesi pembelajaran, peserta menjalani gladi renungan suci, pelatihan kebersihan mandiri, serta persiapan upacara penutupan dan penyerahan sertifikat.
Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan membentuk petani yang tangguh secara mental, disiplin dalam bekerja, serta siap menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis.
Suasana pelatihan berlangsung tertib dan penuh semangat. Para peserta mengenakan seragam latihan dan mengikuti seluruh agenda sesuai arahan panitia.
Spanduk kegiatan yang terpasang di halaman utama BBPP Batu menjadi simbol dimulainya proses pengkaderan petani yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia.
Salah satu panitia penyelenggara menegaskan bahwa diklat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis bertani, tetapi juga membentuk karakter petani yang mandiri dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Kegiatan ini bukan sekadar berbagi ilmu bertani. Kami ingin membentuk mentalitas petani yang berdaulat, mandiri, dan siap membawa perubahan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Melalui Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan III, penyelenggara berharap lahir kader-kader petani yang mampu mengadopsi teknologi pertanian modern, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan sektor pertanian.
Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan hadirnya petani yang terampil, berkarakter, dan berjiwa kepemimpinan, Tani Merdeka Indonesia optimistis sektor pertanian akan semakin maju, mandiri, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan di masa depan.(Yud)










