Cacatanpublik.com – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi prestasi pelajar Jatim yang kembali meraih gelar juara umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.
Kontingen Jatim mengoleksi sembilan medali dalam kompetisi penelitian tingkat nasional tersebut. Capaian ini sekaligus membuat Jatim mempertahankan gelar juara umum untuk keenam kalinya secara beruntun sejak OPSI 2021.
Aries mengatakan keberhasilan para pelajar tersebut tidak terlepas dari pembinaan dan persiapan intensif yang dilakukan sebelum kompetisi. Dindik Jatim mematangkan kesiapan peserta melalui training center (TC).
“Kita matangkan persiapan selama dua hari. Penelitian mereka sudah dilakukan bersama guru pendamping. Kita tinggal matangkan dari sisi presentasi dan mental siswa. Bagaimana menyuguhkan hasil penelitian mereka tanpa terganggu secara psikologisnya. Jadi mereka bisa tampil presentasi membawa hasil yang positif,” ujar Aries.
Dalam TC tersebut, Dindik Jatim menghadirkan sejumlah expert yang berpengalaman dalam kompetisi OPSI tingkat nasional. Para ahli membantu siswa dan guru pendamping memahami peta kompetisi, tahapan final, serta strategi menghadapi peserta dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah di OPSI kemarin kita diwakili 22 tim, yang terdiri dari sembilan tim dari jenjang SMA sederajat dan 13 dari jenjang SMP sederajat. Dari hasil itu kita berhasil membawa total sembilan medali,” kata Aries.
Dari sembilan medali tersebut, jenjang SMA/MA meraih tiga medali perak dan satu penghargaan khusus. Sementara jenjang SMP/MTs menyumbangkan enam medali, terdiri dari dua medali emas dan empat medali perunggu.
Aries menilai capaian tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan siswa dalam kompetisi, tetapi juga mencerminkan berkembangnya budaya penelitian di lingkungan sekolah.
Ia mendorong satuan pendidikan menjadikan penelitian sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dengan cara itu, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menemukan persoalan, melakukan penelitian, mengolah data, dan menghasilkan solusi.
“Penelitian harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih menemukan masalah, melakukan penelitian, dan menghasilkan solusi. Ini yang akan membentuk kemampuan berpikir kritis dan inovatif mereka,” jelasnya.
Dindik Jatim terus mendorong pengembangan penelitian siswa melalui berbagai kegiatan, salah satunya Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Kegiatan tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan proyek penelitian dengan pendekatan problem solving.
Pada OPSI 2026, siswa berkompetisi dalam sejumlah bidang penelitian, seperti Matematika, Sains, dan Teknologi (MST), Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), serta Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).
Bidang MST mencakup ilmu dasar, matematika, kimia, biologi, dan sains murni. FTR mencakup inovasi teknologi, rekayasa teknik, energi terbarukan, serta penelitian terapan. Sedangkan ISH mencakup penelitian sosial, psikologi, ekonomi, dan berbagai kajian humaniora.
Aries berharap prestasi Jatim di OPSI 2026 semakin memperkuat komitmen sekolah dalam membangun ekosistem penelitian. Ia juga mendorong siswa terus menghasilkan gagasan dan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi mampu memberikan solusi bagi persoalan di lingkungan masyarakat.(Yud)






