**SIDOARJO** – Jaringan Wartawan Rahasia Analisis Hukum (JAWARAH) memberikan apresiasi terhadap langkah tegas jajaran **Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo**, yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat **17,11 gram** dengan modus menyembunyikan barang haram tersebut di dalam potongan ayam goreng krispi.
Apresiasi tersebut disampaikan **Gus Har, Dewan Pembina JAWARAH**, yang menilai keberhasilan petugas menggagalkan penyelundupan menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan ketelitian dalam setiap proses pemeriksaan barang bawaan pengunjung.
Menurut Gus Har, modus penyelundupan narkotika yang semakin beragam harus dihadapi dengan sistem pengawasan yang adaptif dan tidak boleh dilakukan secara seremonial.
> “JAWARAH mengapresiasi kinerja jajaran Lapas Kelas I Surabaya di Porong yang berhasil menggagalkan masuknya 17,11 gram sabu. Ini menunjukkan bahwa kewaspadaan petugas menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di lingkungan lapas,” ujar Gus Har.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga dari langkah pengembangan setelah penemuan sabu.
> “Yang patut diapresiasi bukan hanya sabunya berhasil ditemukan. Pengembangan hingga mengarah kepada pihak-pihak yang diduga terlibat juga penting. Artinya, ada upaya untuk menelusuri bagaimana barang tersebut bisa masuk dan siapa saja yang diduga berada di baliknya,” tegasnya.
### **Herman Hidayat: Jangan Beri Ruang bagi Jaringan Narkoba**
Sementara itu, **Herman Hidayat, SE, Ketua Umum Komunitas JAWARAH**, menyampaikan apresiasi kepada jajaran petugas Lapas Kelas I Surabaya yang dinilai telah menunjukkan kesigapan dalam menjalankan fungsi pengamanan.
Menurut Herman, keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika merupakan sinyal bahwa setiap celah masuknya barang terlarang harus terus diantisipasi, terlebih modus yang digunakan semakin beragam.
> “Kami memberikan apresiasi kepada jajaran Lapas Kelas I Surabaya. Keberhasilan menggagalkan sabu yang disembunyikan di dalam makanan menunjukkan bahwa petugas harus selalu waspada dan teliti. Jangan sampai ada celah sekecil apa pun yang dapat dimanfaatkan oleh jaringan narkotika,” ujar Herman.
Herman menegaskan, pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan fisik terhadap barang bawaan. Menurutnya, diperlukan pengawasan berlapis serta evaluasi secara berkala terhadap berbagai potensi modus penyelundupan.
> “Modus bisa berubah setiap saat. Karena itu, pola pengawasan juga harus terus diperbarui. Petugas harus tetap konsisten, disiplin, dan berintegritas. Kalau semua unsur bekerja dengan baik, ruang gerak jaringan narkoba akan semakin sempit,” katanya.
Herman juga menilai langkah menyerahkan perkara kepada **Satresnarkoba Polresta Sidoarjo** merupakan bagian penting dalam proses penegakan hukum. Ia berharap pengembangan perkara dapat dilakukan secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
> “Kami mendukung proses hukum yang transparan dan profesional. Kalau masih ada pihak lain yang terlibat, tentu harus diungkap berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang ada. Jangan berhenti hanya pada pelaku yang sudah diamankan,” tegasnya.
### **JAWARAH Dorong Sinergi Pemasyarakatan dan Aparat Penegak Hukum**
Gus Har menambahkan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan konsistensi dan integritas seluruh jajaran. Berbagai modus penyelundupan dapat terus berkembang sehingga sistem pengamanan harus selalu dievaluasi dan diperkuat.
JAWARAH juga mendorong peningkatan sinergi antara jajaran pemasyarakatan, kepolisian, aparat penegak hukum lainnya, serta masyarakat dalam mencegah peredaran narkotika.
“Jangan pernah merasa cukup dengan satu keberhasilan. Setelah satu modus berhasil digagalkan, kewaspadaan justru harus semakin ditingkatkan karena pelaku bisa mencari cara lain,” kata Gus Har.
Sementara Herman menambahkan, JAWARAH akan terus memberikan dukungan terhadap langkah-langkah positif aparat dalam menjalankan tugas, sekaligus mendorong pemberitaan yang mengedepankan fakta dan proses hukum.
> “Ketika ada kinerja aparat yang baik dan berhasil mencegah narkoba masuk ke dalam lapas, tentu harus diapresiasi. Ini bukan sekadar pemberitaan, tetapi juga bentuk dukungan moral agar jajaran pemasyarakatan semakin konsisten menjaga integritas dan keamanan,” pungkas Herman.
Untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut, **AM bersama tiga narapidana berinisial BSN, MAB, dan DD**, berikut barang bukti yang ditemukan, telah diserahkan kepada **Satresnarkoba Polresta Sidoarjo**.
JAWARAH berharap pengembangan perkara tersebut dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai asal-usul barang, pola komunikasi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, seluruhnya berdasarkan hasil penyidikan dan ketentuan hukum yang berlaku. (Red)






