Enam Agama Bersatu, Pemkot Surabaya Libatkan 2.000 Guru dalam Doa Bersama

Surabaya 13 Desember 2025 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar silaturahmi dan doa bersama lintas agama yang melibatkan sekitar 2.000 guru dari enam agama di Kota Pahlawan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Jagir Wonokromo, Jumat (12/12/2025), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN).

Doa bersama ini diikuti oleh perwakilan enam agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Setiap kelompok agama difasilitasi tempat ibadah masing-masing untuk memanjatkan doa sesuai dengan keyakinannya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual untuk mendoakan keselamatan Kota Surabaya, para pendidik, serta peserta didik. Selain itu, doa juga dipanjatkan bagi masyarakat Indonesia yang tengah tertimpa musibah di sejumlah daerah.

“Alhamdulillah, dalam rangka Hari Guru Nasional kita bisa berkumpul untuk berdoa bersama sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Ini adalah wujud rasa syukur sekaligus kepedulian kita kepada sesama,” ujar Eri.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri menegaskan peran mulia guru sebagai orang tua kedua bagi para murid di sekolah. Menurutnya, doa seorang guru memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak didik.

“Guru adalah orang tua di sekolah. Doa orang tua, termasuk guru, adalah doa yang tidak akan ditolak. Karena itu, saya titipkan anak-anak Surabaya untuk dibimbing dengan kesabaran dan keikhlasan,” tuturnya.

Ke depan, Eri Cahyadi meminta agar doa bersama lintas agama dapat dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan sekali. Ia berharap para guru terus menanamkan nilai akhlak, toleransi, serta semangat tolong-menolong kepada para siswa.

“Harapan kita, Surabaya yang ditinggalkan untuk anak-anak adalah kota yang guyub, bersih, aman, nyaman, dan penuh akhlak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 2.000 guru dari berbagai latar belakang pendidikan dan keyakinan. Peserta tidak hanya berasal dari sekolah formal, tetapi juga dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

“Hari ini kita bersama-sama memanjatkan doa, terutama untuk keselamatan dan keberhasilan anak-anak didik kita, serta agar dijauhkan dari musibah dan bahaya,” kata Yusuf.

Ia menambahkan, Dispendik Kota Surabaya merupakan rumah bagi seluruh guru. Oleh karena itu, keberhasilan dunia pendidikan tidak terlepas dari peran dan dedikasi para pendidik. Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga memohon doa agar pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang akan dimulai pada 2026 dapat berjalan lancar dan menyenangkan bagi siswa.

“Harapannya, TKA bisa dilaksanakan dengan gembira dan tidak memberatkan anak-anak,” pungkasnya.

Usai doa bersama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Ketua TP-PKK Kota Surabaya Rini Indriyani meninjau sekaligus menyapa para guru di ruang ibadah masing-masing, sebagai wujud kebersamaan dan toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya.(Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *