Surabaya — 11 Desember 2025 Upaya memperkuat pendidikan vokasi di Jawa Timur kembali ditegaskan melalui pembukaan Kompetisi Pengelasan (Welding Competition) SMK se-Jawa Timur yang resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai. Ajang bergengsi ini menjadi momentum bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang teknik pengelasan yang kini menjadi kebutuhan utama di sektor industri strategis.
Kompetisi yang digelar MGMP Welding Jawa Timur bekerja sama dengan PT PAL Indonesia ini diikuti 54 peserta dari 24 SMK negeri dan swasta. Selain menjadi ajang unjuk kualitas, kompetisi ini juga menjadi sarana evaluasi kemampuan siswa yang diharapkan siap terjun ke dunia kerja setelah lulus.
Penegasan Link and Match SMK dan Industri
Dalam sambutannya, Aries menyampaikan bahwa penyelarasan pendidikan vokasi dan industri tidak boleh berhenti pada tataran teori.
“Kompetisi ini merupakan benchmark kualitas lulusan SMK. Dengan standar industri yang diterapkan, kita memastikan siswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan validasi kemampuan yang relevan dengan kebutuhan maritim, konstruksi, dan manufaktur,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Jawa Timur terus memperkuat posisinya sebagai daerah dengan lulusan vokasi yang unggul, kompeten, dan bersertifikasi.
Industri Apresiasi Kualitas Siswa SMK
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, turut menghadiri dan mengapresiasi gelaran ini. Menurutnya, kemampuan pengelasan yang tepat, presisi, dan sesuai standar internasional menjadi modal penting bagi dunia industri, khususnya industri perkapalan dan alutsista.
“PT PAL membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi terverifikasi. Ajang seperti ini mempercepat proses penyelarasan dan mempermudah industri dalam menyerap lulusan SMK berkualitas,” jelas Diana.
24 SMK Bertarung, Juri Profesional dari DUDI
Kepala SMK Teknik PAL, Eko Agus Triswanto, mengungkapkan bahwa peserta akan menjalani serangkaian uji keterampilan pengelasan yang langsung diawasi oleh juri-juri profesional dari DUDI. Para peserta akan dinilai berdasarkan ketepatan teknik, kerapian, keselamatan kerja, dan kesesuaian standar industri.
“Semua materi dan peralatan yang digunakan telah disesuaikan dengan standar industri, agar kompetisi benar-benar mencerminkan situasi kerja sebenarnya,” ungkapnya.
Dindik Jatim Mantapkan Generasi Unggul Vokasi
Usai membuka acara, Aries meninjau langsung arena lomba yang telah dilengkapi peralatan modern oleh DUDI dan SMK PAL Surabaya. Kehadiran fasilitas lengkap ini menjadi bukti nyata keseriusan dunia industri mendukung pendidikan vokasi di Jawa Timur.
Melalui penyelenggaraan Welding Competition ini, Dindik Jatim menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mencetak lulusan vokasi yang mampu bersaing, tersertifikasi, dan siap memenuhi kebutuhan industri strategis nasional.(Yud)







