SURABAYA,— Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Dalam rentang waktu tersebut, JAWARAH — Jaringan Wartawan Rahasia Analisis Hukum pernah berada dalam kondisi senyap dan tidak menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya.
Kini, nama itu kembali dihidupkan.
Sejumlah wartawan dan rekanan jurnalis sepakat membangkitkan kembali JAWARAH dengan membawa semangat baru dan landasan kerja yang lebih jelas: Berani, Tegas, Terpercaya dan Profesional.
Kebangkitan JAWARAH bukan sekadar menghidupkan kembali sebuah nama. Lebih dari itu, JAWARAH ingin menjadi jaringan yang mampu membaca persoalan secara lebih dalam, menguji informasi, menelusuri fakta, menganalisis aspek hukum, meminta klarifikasi pihak terkait, kemudian menyajikannya kepada publik secara bertanggung jawab.
Gus Har, salah satu penggagas kebangkitan JAWARAH, menegaskan bahwa dunia jurnalistik membutuhkan keberanian yang dibarengi dengan tanggung jawab.
“JAWARAH pernah senyap selama kurang lebih 10 tahun. Sekarang kami bangkitkan kembali. Tetapi JAWARAH yang lahir kembali bukan JAWARAH yang sekadar membawa nama. Kami ingin membangun jaringan wartawan yang mempunyai keberanian untuk mencari fakta, ketegasan dalam prinsip, kemampuan menganalisis persoalan hukum, serta profesional dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Gus Har.
Menurutnya, keberanian wartawan bukan berarti bebas menuduh atau menghakimi seseorang.
Justru sebaliknya, keberanian jurnalistik harus dibangun di atas fakta, data, dokumen, verifikasi, konfirmasi dan keberimbangan.
Karena itu, setiap informasi yang masuk ke jaringan JAWARAH akan dipandang sebagai bahan yang harus diuji, bukan sebagai kebenaran yang langsung dipercaya.
TAJAM DALAM ANALISIS, BUKAN SEMBARANG MENUDUH
JAWARAH membawa konsep Rahasia Analisis Hukum sebagai bagian dari identitas jaringan.
Kata “Rahasia” dimaknai sebagai komitmen menjaga kerahasiaan sumber informasi yang sah dan melindungi narasumber sesuai ketentuan hukum dan prinsip jurnalistik.
Sementara “Analisis Hukum” menegaskan bahwa JAWARAH tidak berhenti pada pemberitaan permukaan.
Setiap persoalan yang menyangkut kepentingan publik diupayakan untuk dilihat dari berbagai sisi: apa faktanya, apa datanya, siapa pihak yang berwenang, bagaimana aturan yang berlaku, apa dampaknya terhadap masyarakat, serta bagaimana klarifikasi dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Dengan demikian, JAWARAH tidak ingin menjadi jaringan yang hanya ramai ketika sebuah persoalan viral.
JAWARAH ingin bekerja sebelum sebuah informasi menjadi kesimpulan.
KONTROL SOSIAL TANPA INTIMIDASI
JAWARAH menempatkan kontrol sosial sebagai salah satu fungsi penting kerja jurnalistik.
Ketika terdapat keluhan masyarakat, dugaan penyalahgunaan kewenangan, persoalan pelayanan publik, kebijakan yang dipertanyakan, maupun dugaan pelanggaran aturan, JAWARAH akan mendorong proses jurnalistik melalui investigasi, verifikasi dan konfirmasi.
Namun kontrol sosial tidak boleh berubah menjadi intimidasi.
Pemberitaan tidak boleh digunakan sebagai alat pemerasan, ancaman, fitnah, pembunuhan karakter, maupun kepentingan pribadi.
Jika fakta menunjukkan benar, beritakan secara benar. Jika masih dugaan, sebut sebagai dugaan. Jika belum terverifikasi, jangan dipaksakan menjadi berita.
Prinsip tersebut menjadi salah satu garis tegas JAWARAH.
TIDAK TAKUT MENGAWAL PERSOALAN PUBLIK
Gus Har menyampaikan bahwa JAWARAH akan berusaha berdiri di tengah masyarakat ketika terdapat persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Namun keberpihakan kepada masyarakat bukan berarti kehilangan objektivitas.
“Kami berpihak kepada kepentingan masyarakat, tetapi kami tidak boleh kehilangan objektivitas. Wartawan bukan hakim. Wartawan bukan jaksa. Wartawan bukan aparat penegak hukum. Tugas kami adalah mencari, menguji, mengolah dan menyampaikan informasi kepada publik secara bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurutnya, justru dengan prinsip tersebut JAWARAH dapat menjaga kepercayaan publik.
JAWARAH MENOLAK INFORMASI TANPA DASAR
Di tengah derasnya arus media sosial dan informasi digital, satu informasi yang tidak benar dapat menyebar dalam hitungan menit.
JAWARAH menyatakan tidak ingin menjadi bagian dari persoalan tersebut.
Karena itu, jaringan ini menolak:
Hoaks dan berita palsu;
Manipulasi informasi;
Pemberitaan tanpa verifikasi ;
Tuduhan tanpa dasar;
Fitnah dan pembunuhan karakter;
Intimidasi terhadap narasumber maupun pihak yang diberitakan;
Intervensi terhadap independensi jurnalistik ;
Penyalahgunaan pemberitaan untuk kepentingan pribadi.
Sebaliknya, JAWARAH mengedepankan fakta, data, dokumen, konfirmasi, keberimbangan, etika dan hukum.
EMPAT KATA YANG MENJADI GARIS BESAR JAWARAH
BERANI.
Berani mencari dan mengungkap fakta berdasarkan bukti.
TEGAS.
Tegas terhadap prinsip, tetapi tidak menghakimi.
TERPERCAYA.
Setiap informasi harus dapat diuji dan dipertanggungjawabkan.
PROFESIONAL.
Menjalankan kerja jurnalistik berdasarkan kompetensi, kode etik dan ketentuan hukum.
JAWARAH BUKAN JARINGAN UNTUK MENCARI-CARI KESALAHAN
Gus Har menegaskan bahwa JAWARAH tidak dibangun untuk memburu kesalahan seseorang.
JAWARAH hadir untuk mengawal persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Jika terdapat dugaan persoalan, maka tugas jaringan adalah mencari fakta.
Jika terdapat informasi yang belum jelas, maka tugasnya adalah meminta konfirmasi.
Jika terdapat data yang berbeda, maka tugasnya adalah melakukan verifikasi.
Dan apabila sebuah persoalan berkaitan dengan hukum, maka analisis harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah.
Tidak boleh ada vonis sebelum waktunya. Tidak boleh ada tuduhan tanpa dasar. Tidak boleh ada berita yang sengaja dibangun untuk menjatuhkan seseorang.
MEMBANGUN JARINGAN, BUKAN SEKADAR NAMA
Kebangkitan JAWARAH juga diarahkan untuk menjadi ruang pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas wartawan.
Wartawan didorong untuk memahami lebih baik mengenai investigasi jurnalistik, verifikasi fakta, analisis hukum, regulasi, kebijakan publik, teknik wawancara, penulisan berita, perlindungan sumber dan kode etik jurnalistik.
JAWARAH juga membuka ruang sinergi dengan masyarakat, akademisi, praktisi hukum, lembaga negara, aparat penegak hukum serta berbagai elemen masyarakat.
Namun satu hal yang tidak boleh ditawar:
Independensi jurnalistik.
JAWARAH tidak boleh menjadi alat kepentingan politik, ekonomi, pribadi, kelompok ataupun pihak tertentu.
SATU SEMBOYAN, SATU KOMITMEN
JAWARAH membawa semboyan:
“MENGUNGKAP FAKTA, MENGANALISIS HUKUM, MENGAWAL KEBENARAN.”
Semboyan tersebut bukan sekadar slogan.
Ia menjadi garis kerja bagi seluruh jaringan.
JAWARAH BERANI MENGANALISIS.
JAWARAH TEGAS MENGAWAL.
JAWARAH TERPERCAYA DALAM INFORMASI.
JAWARAH PROFESIONAL DALAM MENJALANKAN TUGAS.
Sepuluh tahun senyap telah berlalu.
Kini JAWARAH kembali hadir dengan semangat baru.
Bukan untuk membuat kegaduhan.
Bukan untuk mencari musuh.
Bukan untuk menghakimi.
Tetapi untuk menjalankan fungsi jurnalistik dengan keberanian yang bertanggung jawab:
mencari fakta, menguji informasi, membaca persoalan hukum, meminta klarifikasi, menyuarakan kepentingan publik dan mengawal kebenaran.
JAWARAH TELAH BANGKIT.
BERANI. TEGAS. TERPERCAYA. PROFESIONAL.
JAWARAH “JARINGAN WARTAWAN RAHASIA ANALISIS HUKUM”.










