
Lampung.Catatanpublik_Warga masyarakat kecamatan Ulubelu yang berada di wilayah ring satu PT Pertamina Gheotermal (PGE) kerap merasakan gempa yang berskala ringan hingga skala tinggi.
Fenomena tersebut tentu menuai kritik dari sebagaian warga masyarakat yang terdampak gempa khususnya pemukiman di kategori ring satu PT Pertamina Gheotermal (PGE) Ulubelu.
Kejadian gempa yang melanda daerah Ulubelu seringkali dikaitkan oleh masyarakat dengan aktivitas pengeboran oleh PT Pertamina yang telah cukup lama beroperasi di wilayah mereka.

menanggapi dugaan tersebut general manager PT Pertamina Gheotermal (PGE) Sudarmadi dikutip dari salah satu media mengungkapkan jika gempa yang terjadi bukan di sebabkan oleh aktivitas pengeboran.
Sudarmadi mengatakan bahwa seluruh kegiatan operasional mulai dari pengeboran hingga produksi panas bumi dilaksanakan sesuai standar teknis dan keselamatan yang ketat.
akan tetapi pernyataan yang di sampaikan oleh general manager PT Pertamina Gheotermal (PGE) tersebut tidak selaras jika di bandingkan dengan pendapat para pakar yang menyebutkan bahwa pengeboran gas panas bumi berdampak terjadinya gempa.
Melky Nahar salah satu pakar (Koordinator JATAM/Jaringan Advokasi Tambang) – Menegaskan aktivitas pengeboran & injeksi fluida mengubah tekanan batuan, bisa memicu gempa, terutama jika berdekatan patahan aktif; contoh kasus Gunung Salak.
Hal senada pun dikatakan Imam Shofwan (JATAM) – Eksploitasi mengubah keseimbangan lapisan bumi, memicu guncangan lokal; berisiko lebih tinggi di wilayah tektonik aktif seperti Indonesia
kesimpulan,masyarakat berharap PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ulubelu melakukan kajian lingkungan yang ketat dan transparansi serta melibatkan masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama untuk menghindari dampak yang sangat merugikan dan menggerus hak asasi masyarakat sekitar, bukan justru menyangkal dampak negatif aktivitas tersebut.
Geothermal memang peluang besar bagi masa depan energi Indonesia. Tetapi peluang itu hanya dapat diwujudkan jika keamanannya dijamin, hak masyarakat dihormati, dan tata kelola dilakukan dengan integritas tinggi.
Energi bersih seharusnya tidak hanya membersihkan bumi dari emisi, tetapi juga memuliakan manusia yang hidup di sekitarnya bukan hanya sebatas laporan angka yang tertulis di secarik lembaran kertas.
red.






