Cacatanpublik.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan dan mempercepat respons medis bagi masyarakat, RSUD Kota Madiun melakukan studi tiru ke RSUD Dr. Iskak Tulungagung terkait pengelolaan Public Safety Center (PSC) 119.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, Sp.OG, MM, dan disambut oleh Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes, beserta jajaran manajemen.(27/01/26)
Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, menyampaikan bahwa PSC 119 RSUD Dr. Iskak menjadi perhatian karena dinilai berhasil membangun sistem layanan kegawatdaruratan yang cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Manajemen PSC 119 di RSUD Dr. Iskak sangat baik dan layak menjadi rujukan. Mulai dari sistem call center, respons tenaga medis, hingga kolaborasi lintas instansi berjalan efektif. Ini yang ingin kami pelajari dan adaptasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, studi tiru ini sejalan dengan arahan Wali Kota Madiun agar rumah sakit daerah mampu beradaptasi cepat terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Harapan kami, melalui pembelajaran ini, RSUD Kota Madiun dapat meningkatkan response time penanganan medis dan memberikan pelayanan yang lebih optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, menjelaskan bahwa keberhasilan PSC 119 tidak lepas dari penerapan prinsip continuous improvement, dukungan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta integrasi layanan kegawatdaruratan selama 24 jam.
“PSC kami pusatkan di rumah sakit agar penanganan gawat darurat langsung ditangani oleh tenaga medis ahli. Petugas call center berasal dari perawat yang terkoneksi langsung dengan dokter jaga. Selain itu, kolaborasi dengan Polres, BPBD, dan Damkar menjadi kunci keberhasilan,” jelasnya.
Namun demikian, dr. Aini juga menekankan bahwa tidak semua rumah sakit dapat langsung mereplikasi sistem PSC 119 secara optimal tanpa komitmen manajemen dan dukungan lintas sektor yang kuat.
Kunjungan ditutup dengan diskusi teknis serta peninjauan langsung ke ruang PSC 119 untuk melihat mekanisme rujukan dan pola koordinasi antarinstansi.
Melalui studi tiru ini, RSUD Kota Madiun diharapkan dapat segera mengimplementasikan inovasi serupa guna meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan bagi masyarakat.(Yud)












