Tingkatkan Minat Baca, Warga Binaan Manfaatkan Fasilitas Perpustakaan Lapas Banjarmasin

Banjarmasin, Catatanpublik.com –

Membuka lembar demi lembar buku menjadi salah satu cara bagi Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif sekaligus memperluas wawasan. Melalui fasilitas perpustakaan yang tersedia di dalam lapas, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk terus belajar, menambah pengetahuan, dan mengembangkan minat baca selama menjalani masa pembinaan, Selasa (3/11).

Perpustakaan Lapas Banjarmasin menyediakan ruang bagi Warga Binaan untuk mengakses berbagai bahan bacaan sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Beragam koleksi buku dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan, mulai dari bacaan umum hingga buku yang memberikan motivasi dan inspirasi dalam kehidupan.

Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan menjadi salah satu fasilitas pendukung pembinaan kepribadian. Melalui kegiatan membaca, Warga Binaan didorong untuk membangun kebiasaan positif sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir dan memahami berbagai informasi.

“Literasi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Kami berharap fasilitas perpustakaan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Warga Binaan untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kebiasaan membaca yang bisa terus diterapkan, bahkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada kegiatan keterampilan, tetapi juga mencakup pengembangan pengetahuan dan kualitas diri. Menurutnya, akses terhadap bahan bacaan menjadi salah satu sarana untuk membekali Warga Binaan dengan wawasan yang lebih luas.

“Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan juga menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas yang dapat mendukung proses tersebut. Harapannya, kebiasaan membaca dapat tumbuh dan menjadi bekal positif ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” tutur Kalapas.

Manfaat perpustakaan juga dirasakan langsung oleh Warga Binaan. Rendi (nama samaran), salah seorang pemanfaat fasilitas tersebut, mengaku membaca buku memberinya kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Kalau membaca, banyak hal baru yang bisa saya ketahui. Kadang ada buku yang memberikan motivasi dan membuat saya berpikir lebih jauh tentang kehidupan. Jadi, waktu yang ada bisa digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Melalui fasilitas perpustakaan, Lapas Banjarmasin terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan. Sebab, setiap buku yang dibaca bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan bagi Warga Binaan untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas dan mempersiapkan langkah baru di masa depan. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *