TIGA RUMAH HANGUS TERBAKAR DI WONOKROMO, PETUGAS BERJIBAKU TAKLUKKAN API DI AKSES GANG SEMPIT

 

SURABAYA – Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Pulo Tegalsari Gang VI Nomor 23, Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jumat (19/6/2026) petang, menghanguskan tiga petak rumah. Meski menghadapi medan yang cukup sulit akibat akses gang yang sempit, petugas berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

 

Menurut keterangan salah seorang warga setempat, peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui saat suara adzan Maghrib berkumandang. Warga yang melihat kepulan asap dan kobaran api kemudian berteriak meminta pertolongan sehingga masyarakat sekitar berupaya melakukan penanganan awal sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

 

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya sekitar pukul 18.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan 12 unit armada yang terdiri dari tujuh unit tempur dan lima tim rescue.

 

Unit Tempur Poskotis Joyoboyo menjadi armada pertama yang tiba di lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin membesar dan merambat ke rumah-rumah warga lainnya.

 

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Kota Surabaya, Moch. Rokim, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam proses penanganan kebakaran tersebut adalah kondisi akses menuju titik api yang berada di dalam gang sempit.

 

“Petugas harus membentangkan selang hingga kurang lebih 100 meter untuk menjangkau lokasi kebakaran. Namun berkat respons cepat dan kerja sama seluruh tim, api berhasil dikendalikan sebelum merembet lebih luas,” ujarnya.

 

Api utama berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.03 WIB. Selanjutnya petugas melakukan proses pembasahan dan pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Proses tersebut dinyatakan selesai pada pukul 20.26 WIB.

 

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, bangunan yang terdampak terdiri dari tiga rumah permanen satu lantai. Salah satunya merupakan rumah kosong berukuran sekitar 3 x 6 meter yang diduga menjadi titik awal munculnya api. Sementara dua rumah lainnya merupakan rumah yang masih dihuni warga dengan ukuran masing-masing sekitar 2 x 9 meter.

 

Salah satu rumah yang terdampak diketahui milik Rizal (42), warga setempat. Sedangkan rumah kosong yang diduga menjadi sumber awal kebakaran tercatat atas nama Imamah.

 

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

 

Moch. Rokim mengungkapkan bahwa keberhasilan petugas dalam melakukan pemadaman secara cepat menjadi faktor penting yang mampu mencegah api menjalar ke bangunan lain di lingkungan permukiman yang padat.

 

“Keselamatan warga dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas utama kami. Alhamdulillah, situasi dapat dikendalikan dan tidak ada korban dalam kejadian ini,” tambahnya.

 

Penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya DPKP Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Praja Kecamatan Wonokromo, Posko Terpadu Selatan, Polsek Wonokromo, serta pihak PLN.

 

Setelah seluruh proses pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan, kondisi lokasi dinyatakan aman dan kondusif. Selanjutnya, penanganan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran diserahkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penyelidikan mendalam.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *