Karang Intan, Catatanpublik.com –
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menekuni pembuatan catur di Workshop Kegiatan Kerja (Giatja), Senin (5/10/2026). Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mendorong warga binaan mengasah keterampilan dan kemandirian melalui proses kerja yang melatih ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab.
Warga binaan mengerjakan setiap tahapan pembuatan catur dengan memperhatikan ketelitian dan kerapian. Mereka mengolah bahan, membentuk bagian-bagian catur, serta menyelesaikan setiap bagian hingga menghasilkan karya yang siap digunakan. Proses tersebut memberikan pengalaman kerja sekaligus melatih kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan secara teratur.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Indra Wahyudi, mendampingi dan mengawasi langsung proses pengerjaan. Ia memberikan arahan kepada warga binaan selama proses berlangsung serta memastikan pekerjaan dikerjakan secara tertib dan bertanggung jawab.
“Pembuatan catur memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar menghasilkan karya melalui keterampilan yang mereka miliki. Prosesnya membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab sehingga mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga membentuk kebiasaan kerja yang baik,” ujar Indra.
Hasil karya tersebut mendapat perhatian dari masyarakat hingga berkembang menjadi pesanan dari luar Lapas. Kondisi ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengerjakan karya sesuai kebutuhan pemesan sekaligus mendorong mereka menjaga kualitas hasil pekerjaan.
“Pesanan dari masyarakat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas hasil karya. Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh dapat terus dikembangkan sehingga menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” lanjut Indra.
Salah seorang warga binaan, AS, mengatakan bahwa pembuatan catur memberinya kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru. Ia juga merasakan bahwa proses pengerjaan membantu dirinya menjadi lebih teliti dan sabar dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
“Selama membuat catur, saya belajar lebih teliti dan sabar. Setiap bagian harus dikerjakan dengan rapi agar hasilnya baik. Ketika ada masyarakat yang tertarik dan memesan, hal itu membuat kami semakin semangat untuk belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik,” tutur AS.
Pembuatan catur menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman kerja sekaligus ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi. Proses tersebut mengajarkan mereka untuk bekerja dengan disiplin, tekun, dan bertanggung jawab hingga menyelesaikan suatu produk.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif. Kemampuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun kemandirian, menghasilkan karya, serta memanfaatkan keterampilan secara positif setelah kembali ke masyarakat. (nta).






