Teh Mint hingga Miniatur Bambu, Lapas Narkotika Karang Intan Pasarkan Karya Warga Binaan

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memasarkan berbagai hasil karya warga binaan melalui Galeri Pemasyarakatan di lingkungan Lapas, Senin (07/09/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk mendorong warga binaan mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Berbagai produk karya warga binaan tersedia di galeri, mulai dari Teh Mint “Laskarin”, Sabun “Laskarin”, hingga miniatur berbahan bambu. Produk tersebut dipasarkan kepada keluarga warga binaan yang datang berkunjung serta petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Kehadiran galeri menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil keterampilan warga binaan sekaligus memberikan pengalaman dalam menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, M. Ridhoni, menyampaikan bahwa pemasaran produk menjadi bagian penting dalam rangkaian pembinaan kemandirian. Menurutnya, warga binaan tidak hanya diberikan keterampilan membuat produk, tetapi juga diperkenalkan pada proses pemanfaatan hasil karya agar memiliki nilai ekonomi.

“Kami ingin keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menghasilkan karya yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Melalui Galeri Pemasyarakatan, mereka dapat melihat bahwa hasil dari keterampilan yang dipelajari bisa dimanfaatkan dan dipasarkan. Ini menjadi motivasi agar mereka terus meningkatkan kemampuan selama mengikuti pembinaan,” ujar M. Ridhoni.

Salah satu warga binaan berinisial AL mengungkapkan rasa senangnya karena hasil karya warga binaan dapat dipasarkan dan dibeli oleh keluarga maupun petugas. Baginya, kesempatan tersebut menjadi dorongan untuk terus mengikuti kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh.

“Kami senang hasil karya yang dibuat bisa dipasarkan di galeri dan ada yang membeli. Ini membuat kami lebih semangat untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik. Keterampilan ini juga bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap AL.

Melalui pemasaran hasil karya tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kreativitas, membangun kepercayaan diri, dan mengenal proses menghasilkan produk yang bernilai. Dukungan keluarga warga binaan dan petugas yang membeli produk turut memberikan apresiasi terhadap hasil pembinaan yang telah dijalani.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Keterampilan yang diasah selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali berkarya dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat. (ism).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *