Surabaya ,— Suasana Jalan Manukan Tama semarak pada Minggu malam, 30 Agustus 2026. Karang Taruna Manukan Kulon sukses menggelar “Panggung Pentas Seni” yang menjadi ruang ekspresi pemuda dan pelestarian budaya.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah *Tari Wanci Kahuripan asal Banyuwangi*. Tarian khas dari ujung timur Jawa ini dibawakan dengan enerjik oleh peserta dari warga RT 08 RW 06 binaan sie Kesenian RW 06, dan berhasil mengundang riuh tepuk tangan ratusan warga yang hadir.
Tari Wanci mengangkat tema tentang semangat perempuan Banyuwangi yang tangguh, ceria, dan dinamis. Diiringi musik kendang, gong, dan suling dengan irama cepat khas Banyuwangi, para penari tampil dengan kostum warna-warni, selendang, dan gerak gemulai yang tegas. Perpaduan unsur tradisional dan koreografi modern membuat tarian ini terasa dekat dengan generasi muda.
Ketua Karang Taruna Manukan Kulon, mengatakan, “Kami sengaja memberi kesempatan kepada muda mudi untuk memperkenalkan kekayaan budaya nusantara kepada warga Manukan. Pentas seni ini bukan hanya hiburan, tapi juga upaya kami agar anak muda mencintai dan bangga dengan budaya Indonesia.”
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini juga diisi penampilan band akustik, tari kreasi nusantara, puisi, dan bazar UMKM warga sekitar. Warga dari berbagai RW di Manukan Kulon tampak antusias duduk lesehan di sepanjang panggung, sambil menunggy pembagian hadiah doorprice dengan menikmati minggu malam yang berbeda.
Dengan adanya Panggung Pentas Seni, warga Manukan Kulon berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar setiap tahun. Tujuannya jelas: menjadi wadah kreatifitas pemuda sekaligus mempererat tali silaturahmi warga.
(red/rendr).










