Sidoarjo, 12 Mei 2025 – Langkah politik yang diambil oleh Bupati Sidoarjo Subandi, yang dikabarkan bergabung dengan Partai Golkar, memicu spekulasi dan kegaduhan di kalangan partai pengusungnya dalam Pilkada 2024. Subandi, yang sebelumnya didukung oleh koalisi Gerindra dan Demokrat, kini memperlihatkan sinyal untuk merapat ke Golkar, yang berpotensi memicu keretakan dalam koalisi yang telah terbentuk.
Sejak awal, Subandi dikenal sebagai tokoh pragmatis yang memiliki hubungan baik dengan berbagai partai. Namun, keputusan untuk berpindah haluan ke Golkar ini memunculkan berbagai reaksi, terutama dari partai-partai yang sudah berinvestasi besar dalam pemenangan Subandi, seperti Gerindra dan Demokrat. Meskipun begitu, pengamat politik melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya Subandi untuk memperkuat posisinya di pemerintahan daerah.
Pertanyaan Besar: Apa Dampaknya bagi Koalisi?
Gerindra, sebagai partai yang memiliki peran besar dalam mengusung Subandi di Pilkada 2024, tentu merasakan kekecewaan mendalam. Diketahui bahwa Gerindra berkomitmen kuat dalam membantu memenangkan Subandi, namun dengan bergabungnya Subandi ke Golkar, ada kekhawatiran partai ini akan kehilangan pengaruh besar dalam pemerintahan Kabupaten Sidoarjo.
Demokrat, meski lebih tenang dalam merespon langkah Subandi, juga tidak bisa mengabaikan dampaknya. Mereka harus mempertimbangkan strategi baru untuk menjaga keberlangsungan koalisi jika hubungan dengan Subandi mengalami ketegangan. Jika dua partai ini merasa ditinggalkan, soliditas koalisi yang telah terbangun sejak Pilkada 2024 bisa goyah, bahkan mungkin memecah.
Golkar: Pengaruh dan Peluang Baru
Di sisi lain, Golkar, yang dipimpin oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto, dianggap sebagai partai yang memiliki pengaruh besar baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan Subandi bergabung, Golkar berpotensi memperkuat posisinya di Sidoarjo, sekaligus memanfaatkan jaringan dan dukungan yang dimilikinya.
Namun, bagi Golkar, merangkul Subandi bukan tanpa tantangan. Golkar harus memastikan bahwa langkah ini dapat diterima oleh masyarakat dan partai pengusung lainnya. Jika berhasil mengelola hubungan dengan berbagai pihak, Golkar bisa memperkuat cengkeramannya dalam politik lokal.
Masa Depan Koalisi dan Pilkada 2029
Kehadiran Subandi di Golkar berpotensi mempengaruhi peta politik Sidoarjo di masa mendatang, termasuk dalam Pilkada 2029. Jika koalisi yang ada saat ini runtuh, kemungkinan besar akan muncul konfigurasi politik baru yang bisa mengubah lanskap Pemilu mendatang.
Bagi publik Sidoarjo, yang sudah cukup familiar dengan dinamika politik daerah ini, langkah Subandi menjadi sorotan utama. Masyarakat berharap agar pemerintahan yang ada tetap stabil dan mampu bekerja untuk kepentingan rakyat, meskipun koalisi yang mendukung Subandi mungkin mengalami pergeseran.
Apakah ini akan menjadi langkah strategis Subandi untuk memperkuat posisinya, atau justru mengundang konflik lebih lanjut di tubuh koalisi? Waktu yang akan menjawab.(Yud)












