Cacatanpublik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jatim 2026 dengan menghadirkan sejumlah inovasi
untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam proses penerimaan siswa baru.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung peluncuran tersebut dan menegaskan bahwa sistem SPMB tahun ini dirancang lebih sistematis, inklusif, serta mudah diakses oleh masyarakat.
Ia menyatakan bahwa perbaikan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“SPMB 2026 kami susun lebih terstruktur agar masyarakat mudah memahami alur pendaftaran hingga pengumuman hasil, sehingga prosesnya berlangsung transparan dan adil,” ujar Khofifah.
Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Pemprov Jatim menghadirkan sejumlah inovasi, di antaranya dashboard berbasis teknologi yang mampu memantau pelaksanaan secara realtime.
Selain itu, sistem juga diperkuat dengan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan informasi yang cepat dan responsif kepada masyarakat.
Dindik Jatim juga membuka Posko SPMB 2026 di seluruh sekolah negeri, cabang dinas, hingga kantor utama untuk memberikan layanan konsultasi dan pendampingan bagi calon murid dan orang tua.
Layanan ini tersedia secara luring maupun daring guna memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran.
Sementara itu, Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal pelaksanaan SPMB agar berjalan lancar dan sesuai ketentuan.
Ia menyebutkan bahwa posko layanan juga membantu masyarakat menentukan pilihan sekolah sesuai kemampuan akademik dan jalur yang dipilih.
Adapun pelaksanaan SPMB Jatim 2026 dibagi dalam empat tahap. Tahap pertama dimulai pada 11–15 Juni 2026
melalui jalur domisili dengan kuota 20 persen untuk SMA dan 10 persen untuk SMK.
Tahap kedua berlangsung pada 17–23 Juni 2026 yang meliputi jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba.
Jalur afirmasi untuk SMA mendapat porsi 30 persen, sementara SMK sebesar 15 persen. Jalur mutasi diberikan kuota 5 persen, dan jalur prestasi lomba sebesar 5 persen.
Selanjutnya, tahap ketiga dibuka pada 24–29 Juni 2026 melalui jalur nilai prestasi akademik SMA dengan kuota 25 persen.
Sedangkan tahap keempat untuk SMK berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026 dengan kuota terbesar, yakni 65 persen.
Sebagai tambahan, Pemprov Jatim juga memberikan kebijakan khusus berupa “golden ticket” bagi ketua OSIS dan penghafal kitab suci untuk setiap satuan pendidikan.
Untuk memperluas pemahaman masyarakat, Pemprov Jatim menggelar sosialisasi di lima wilayah Bakorwil, yakni Surabaya, Tuban, Ponorogo, Jember, dan Pamekasan pada 9–24 April 2026.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Pemprov Jawa Timur menargetkan pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon murid di Jawa Timur.(Yud)













