
Surabaya – Kementerian Kesehatan RI bersama Komisi IX DPR RI dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menggelar Sosialisasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan pada Minggu, 23 November 2025, di Movenpick Surabaya City. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan nasional dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan perilaku hidup sehat.
Acara berlangsung meriah dan penuh antusias. Tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta ratusan warga Surabaya hadir memenuhi ruang acara untuk mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi langsung dengan para narasumber.
Turut hadir perwakilan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan para stakeholder bidang kesehatan. Dra. Lucy Kurniasari, anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat yang akrab disapa Ning Lucy, hadir sebagai moderator sekaligus pembicara utama.
Kegiatan dibuka dengan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan penyampaian pengantar tentang pentingnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Ning Lucy: GERMAS Harus Menjadi Gerakan Kolektif Masyarakat
Dalam pemaparannya, Ning Lucy menekankan bahwa GERMAS tidak boleh berhenti sebagai program pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan kolektif seluruh masyarakat. Ia kembali menyampaikan tiga pilar utama GERMAS:
Aktivitas fisik minimal 30 menit,
Konsumsi buah dan sayur secara rutin,
Pemeriksaan kesehatan berkala.
Menurut Ning Lucy, kebiasaan sederhana namun konsisten dapat menekan angka penyakit tidak menular serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kemenkes: Penguatan Fasilitas Rujukan Harus Diiringi Perubahan Budaya Sehat
Perwakilan Kemenkes, Husen Pasaribu, menjelaskan bahwa pemerataan akses fasilitas kesehatan harus berjalan paralel dengan perubahan perilaku masyarakat. Kesehatan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi melalui pola pikir positif dan budaya hidup sehat.
Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) terus memperkuat sistem pelayanan rujukan dengan memastikan:
Pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai,
Ketersediaan alat kesehatan sesuai standar,
Pengembangan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, termasuk layanan spa kesehatan berbasis medis.
160 Rumah Sakit Jejaring Telah Terima Dukungan Alkes KJSU – KIA
Husen menambahkan bahwa sejak 2022, pendanaan strategis melalui Bantuan Pemerintah (Banper) telah disalurkan dan dimanfaatkan oleh 160 Rumah Sakit Jejaring untuk penguatan sarana dan alat kesehatan, khususnya pada layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Sesi Tanya Jawab: Warga Antusias Sampaikan Aspirasi dan Keluhan
Acara semakin interaktif ketika dibuka sesi tanya jawab. Ratusan warga Surabaya, tokoh masyarakat, serta kader kesehatan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun usulan mengenai pelayanan kesehatan masyarakat, fasilitas rujukan, dan kebutuhan peningkatan infrastruktur kesehatan di berbagai wilayah.
Pertanyaan warga ditanggapi langsung oleh Ning Lucy dan perwakilan Kemenkes. Sesi diskusi berlangsung dinamis dan memberikan banyak masukan konstruktif untuk penguatan kebijakan kesehatan ke depan.
Komitmen Bersama Membangun Layanan Kesehatan yang Lebih Merata
Melalui kegiatan ini, Kemenkes, DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat mempertegas komitmen bersama dalam mewujudkan sistem layanan kesehatan yang lebih merata, responsif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan di masa mendatang.
Sosialisasi ini menegaskan kembali bahwa GERMAS adalah gaya hidup yang harus diimplementasikan seluruh masyarakat untuk membangun Indonesia yang lebih sehat dan produktif. (Red)











