Cacatanpublik.com – SMAN 2 Surabaya terus mendorong siswa baru untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian melalui pengalaman langsung. Salah satunya dilakukan dengan menggelar Bazar UKM/UMKM yang menghadirkan beragam produk kuliner hasil inovasi siswa baru tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan basket SMAN 2 Surabaya, Senin (17/8/2026). Sekolah menghadirkan sekitar 10 stan kuliner yang dikelola melalui kolaborasi siswa baru dan siswa tingkat atas.
Bazar kuliner tersebut tidak hanya menjadi kegiatan untuk memeriahkan suasana sekolah. SMAN 2 Surabaya memanfaatkan kegiatan itu sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.
Para siswa terlibat langsung dalam menyiapkan produk, mengatur stan, menawarkan dagangan, hingga melayani pembeli. Pengalaman tersebut membantu siswa memahami proses sederhana dalam menjalankan sebuah usaha.
Kegiatan itu juga mendorong siswa untuk berani menuangkan ide kreatif. Mereka mengembangkan berbagai konsep kuliner dan menyajikan produk dengan tampilan yang menarik agar mampu menarik perhatian konsumen.
Kepala SMAN 2 Surabaya, Titik, mendukung kegiatan yang memberikan pengalaman praktis kepada siswa. Sekolah berupaya membangun karakter peserta didik agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, dan mandiri.
Kolaborasi dengan siswa tingkat atas turut memberikan pengalaman positif bagi siswa baru. Mereka belajar bekerja dalam tim sekaligus mendapatkan pendampingan dari kakak kelas dalam menjalankan stan bazar.
Orang tua siswa juga memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi motivasi bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian dalam menjalankan kegiatan usaha.
Dwi Yulis, orang tua Bening Kalinda Satriyo, mengaku senang melihat anaknya ikut berpartisipasi dalam bazar.
“Saya senang melihat anak saya turut menjadi bagian dalam kegiatan bazar UKM/UMKM khusus siswa baru SMADA Surabaya. Senang melihat bagaimana mereka mengupayakan inovasi dalam konsep kuliner yang dijual,” ujar Dwi Yulis.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Anak-anak dapat belajar mandiri sekaligus memahami pentingnya kreativitas dan kerja sama.
Antusiasme siswa semakin terlihat ketika sejumlah produk kuliner langsung habis terjual setelah bazar dibuka. Kondisi tersebut membuat para siswa merasa bangga karena dapat merasakan langsung hasil dari ide, kerja keras, dan kerja sama mereka.
Melalui Bazar UKM/UMKM, SMAN 2 Surabaya menanamkan pemahaman bahwa jiwa entrepreneur dapat tumbuh melalui pengalaman sederhana. Siswa belajar mengubah ide menjadi produk, memperkenalkan produk kepada konsumen, serta bertanggung jawab terhadap proses yang mereka jalankan.
Sekolah berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Dengan menggabungkan pembelajaran akademik dan pengalaman kewirausahaan, SMAN 2 Surabaya berupaya membentuk siswa yang kreatif, mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan.(Yud)











