Cacatanpublik.com – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menjalin kolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi. Melalui sinergi tersebut, kedua pihak melaksanakan riset ekologis berbasis sains untuk mendukung pelestarian biodiversitas di kawasan pesisir Surabaya sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Riset yang berlangsung sejak pertengahan Juli hingga Agustus 2026 itu mencakup inventarisasi vegetasi, studi ekologi, analisis daya adaptasi tanaman pesisir, hingga pemetaan kondisi lingkungan sebagai dasar penyusunan strategi pengelolaan ruang hijau yang berkelanjutan.
Ketua Tim Riset BRIN Kebun Raya Purwodadi di Terminal Teluk Lamong, Sugeng Budiharta, mengatakan kolaborasi antara dunia riset dan industri menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan PT Terminal Teluk Lamong. Riset ini tidak hanya menghasilkan data ilmiah, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari di tengah aktivitas industri kepelabuhanan,” ujarnya.
Tim peneliti memulai kegiatan dengan memetakan serta menginventarisasi berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan Terminal Petikemas Teluk Lamong. Pendataan tersebut bertujuan mengetahui tingkat keanekaragaman hayati dan kerapatan vegetasi yang menjadi dasar penyusunan program konservasi lingkungan.
Selain mendata vegetasi, peneliti juga mengambil sampel daun dan ranting untuk dianalisis dari sisi ekofisiologi. Pengujian meliputi pengukuran bobot basah, dokumentasi Leaf Area (LA), hingga analisis anatomi daun guna mengetahui kemampuan tanaman beradaptasi terhadap kondisi pesisir yang memiliki tingkat salinitas tinggi.
Riset juga mencakup pengukuran parameter iklim mikro, seperti suhu udara, kelembapan, intensitas cahaya, dan kecepatan angin. Data tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan vegetasi di kawasan terminal.
Sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir, tim BRIN turut melakukan penelitian di kawasan mangrove. Penelitian meliputi penilaian kesehatan vegetasi mangrove serta pengambilan sampel tanah untuk mengetahui kandungan nutrisi dan daya dukung habitat bagi berbagai jenis tanaman pesisir.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan hasil riset akan menjadi landasan penting dalam memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan perusahaan.
“Kolaborasi bersama BRIN menghasilkan data ilmiah yang sangat penting bagi kami untuk memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami ingin memastikan aktivitas operasional terminal berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Menurut Syukur, perusahaan berkomitmen menciptakan kawasan terminal yang tidak hanya produktif sebagai pusat logistik nasional, tetapi juga mampu mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Hasil pemetaan vegetasi dan analisis kondisi tanah nantinya akan menjadi acuan dalam merancang kawasan hijau (green landscape) yang mampu mendukung habitat flora pesisir. Sementara itu, kajian anatomi dan ekofisiologi tanaman diharapkan dapat membantu menentukan spesies yang paling adaptif terhadap perubahan iklim mikro dan kondisi lingkungan pesisir.
Melalui kolaborasi tersebut, PT Terminal Teluk Lamong dan BRIN menunjukkan bahwa pengembangan industri kepelabuhanan dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian biodiversitas. Sinergi ini diharapkan menjadi model pengelolaan pelabuhan yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir Surabaya.(Yud)








