
Surabaya – Menjelang Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang hingga kini belum dipastikan waktu dan tempatnya, dinamika politik internal “Kandang Banteng” Surabaya kian memanas. Intrik antar-kubu dianggap wajar, selama kepentingan partai tetap menjadi prioritas.
Namun, fakta di lapangan sering berbeda. Dalam kompetisi perebutan kekuasaan, pihak yang kalah kerap tidak sepenuhnya legowo, bahkan ada yang justru “menggembosi” kerja-kerja pemenang.
Berdasarkan komunikasi penulis dengan kader, simpatisan, dan tokoh partai, beberapa nama kandidat Ketua DPC PDIP Kota Surabaya yang kerap disebut adalah:
Armuji
Baktiono
Budi Leksono
Saefudin Suhri
Yordan M. Batagoa
Selain lima nama tersebut, terdapat dua figur yang disebut berpengaruh meski tak masuk daftar resmi kandidat, yakni Tri Didik Adiono yang menyatakan siap mendukung siapapun ketua terpilih, dan Rini Indriyani, istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang kiprahnya di partai belum banyak diketahui publik.
Armuji, Politikus Senior yang Tahan Banting
Saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji adalah kader senior dengan rekam jejak panjang di PDIP. Ia pernah menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya dan sukses membawa putranya, Arjuna Rizky, menjadi anggota legislatif sekaligus Wakil Ketua DPC PDIP.
Dikenal piawai membaca situasi, Armuji sering memilih diam dalam konflik, namun justru memenangkan pertarungan politik. Diamnya bukan tanpa arti, melainkan strategi untuk mengamankan posisi dan kepentingan.
Konflik Internal dan Sanksi Partai
Belakangan, PDIP Surabaya dilanda friksi antara sejumlah kader, termasuk Ahmad Hidayat dan Ketua DPC Adi Sutarwiyono, yang berujung pada sanksi nonaktif dari pimpinan pusat. Situasi ini dimanfaatkan pihak eksternal, namun Armuji tetap fokus bergerak tanpa terlibat perang kata-kata di publik.
Menunggu Penentu Akhir
Pertarungan menuju kursi Ketua DPC PDIP Kota Surabaya masih terbuka. Namun, dengan modal pengalaman, jaringan, dan strategi politiknya, Armuji tetap menjadi salah satu figur terkuat yang diperhitungkan dalam suksesi mendatang. (Red)
Bersambung…
Yanto Banteng










