Semangat Berkarya Makin Terpacu, Teh Mint Laskarin Lapas Narkotika Karang Intan Dapat Dukungan Kakanwil

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Semangat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus terlihat melalui pembinaan kemandirian. Warga binaan memproduksi, mengemas, dan memasarkan Teh Mint Laskarin, salah satu produk hasil pembinaan, melalui Galeri Pemasyarakatan di lingkungan Lapas. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, meninjau galeri dan melihat langsung warga binaan mengemas Teh Mint Laskarin, Selasa (08/09/2026).

Melalui pembinaan kemandirian, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan ruang kepada warga binaan untuk mempraktikkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Warga binaan terlibat dalam proses pengolahan dan pengemasan Teh Mint Laskarin dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, dan mutu produk sebelum memasarkannya melalui Galeri Pemasyarakatan.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan pihaknya terus mendorong pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui pembinaan kemandirian. Teh Mint Laskarin menjadi salah satu hasil karya yang menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Kami terus mendorong mereka untuk menjaga kualitas, meningkatkan keterampilan, serta membangun rasa percaya diri sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat,” ujar Yugo.

Melihat langsung proses pengemasan Teh Mint Laskarin, Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, memberikan apresiasi atas semangat warga binaan dalam menghasilkan produk melalui pembinaan kemandirian. Ia juga mendorong warga binaan untuk mempertahankan semangat berkarya dan menjaga kualitas produk pada setiap tahapan produksi.

“Terus semangat berkarya dan jaga kualitas produk yang dihasilkan. Perhatikan setiap proses, mulai dari pengolahan hingga pengemasan, agar hasilnya semakin baik. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” tutur Erwedi.

Salah satu warga binaan berinisial AL mengaku mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru selama mengikuti kegiatan produksi Teh Mint Laskarin. Menurutnya, perhatian dan dukungan terhadap hasil karya warga binaan turut meningkatkan motivasi untuk terus belajar dan menghasilkan produk yang lebih baik.

“Selama mengikuti kegiatan ini, saya mendapatkan pengalaman baru dalam mengolah dan mengemas produk. Dukungan yang diberikan membuat kami semakin termotivasi untuk terus belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik. Semoga keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap AL.

Melalui pembinaan kemandirian tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan mengembangkan keterampilan melalui kegiatan produktif. Teh Mint Laskarin menjadi salah satu bentuk hasil pembinaan yang diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian, kepercayaan diri, dan kesiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan produktif setelah kembali ke masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *