Sasirangan Kayn Nakarin Dapat Perhatian Kakanwil, Karya Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Tuai Apresiasi

Karang Intan, Catatanpublik.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan menghasilkan karya bernilai guna dan ekonomi melalui pembinaan kemandirian. Salah satunya melalui Sasirangan Kayn Nakarin, kain sasirangan hasil karya warga binaan dengan motif menarik yang berpotensi dipasarkan kepada masyarakat. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, meninjau proses pembuatan Sasirangan Kayn Nakarin dan melihat langsung hasil karya warga binaan, Selasa (08/09/2026).

Dalam kunjungannya, Erwedi berbincang dengan warga binaan yang sedang menjahit jelujur mengikuti pola pada kain. Ia juga melihat langsung sejumlah Sasirangan Kayn Nakarin yang telah selesai dikerjakan dan dipamerkan di Galeri Pemasyarakatan. Kehadiran produk tersebut di galeri menunjukkan hasil pembinaan kemandirian yang mendorong warga binaan mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan ketelitian sekaligus menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan pihaknya terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan produktif.

“Kami terus memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui pembinaan kemandirian. Sasirangan Kayn Nakarin menjadi salah satu hasil karya yang melatih ketelitian dan kreativitas sekaligus memiliki nilai ekonomi. Kami berharap keterampilan ini terus mereka kembangkan sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yugo.

Erwedi Supriyatno mengapresiasi kreativitas warga binaan dalam menghasilkan Sasirangan Kayn Nakarin. Ia menilai motif yang menarik dan nilai ekonomi yang dimiliki produk tersebut menjadi potensi untuk menarik minat masyarakat.

“Saya mengapresiasi hasil karya warga binaan melalui Sasirangan Kayn Nakarin. Motifnya menarik dan memiliki nilai ekonomi sehingga berpotensi dipasarkan kepada masyarakat. Terus pertahankan kualitas dan kembangkan keterampilan ini agar hasil karya semakin baik dan memiliki daya pikat bagi masyarakat,” tutur Erwedi.

Salah satu warga binaan berinisial GT mengaku memperoleh pengalaman dan keterampilan baru selama mengikuti pembuatan Sasirangan Kayn Nakarin. Ia belajar mengikuti pola, menjahit jelujur dengan teliti, hingga menghasilkan kain sasirangan yang memiliki nilai jual.

“Saya mendapat pengalaman dan keterampilan baru dalam membuat sasirangan, terutama menjahit jelujur dan mengikuti pola dengan teliti. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa keterampilan yang kami miliki bisa menghasilkan karya yang bernilai dan memiliki peluang untuk dipasarkan. Semoga keterampilan ini bisa menjadi bekal ketika saya kembali ke masyarakat,” ungkap GT.

Melalui pembinaan Sasirangan Kayn Nakarin, warga binaan memperoleh keterampilan menjahit, ketelitian, kreativitas, serta pengalaman menghasilkan produk yang berpotensi memiliki nilai ekonomi. Kegiatan tersebut juga menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi warga binaan untuk terus berkarya.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada warga binaan. Sasirangan Kayn Nakarin menjadi salah satu hasil karya yang menunjukkan bahwa pembinaan dapat membuka ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk bernilai, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *