Karang Intan, Catatanpublik.com –
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengisi waktu luang dengan bermain catur di selasar blok hunian, Senin (12/10/2026). Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyambangi para pemain untuk menjalin komunikasi secara langsung sekaligus memberikan motivasi agar mereka memanfaatkan kegiatan tersebut untuk melatih kesabaran, menjunjung sportivitas, dan menjaga kebersamaan dengan sesama warga binaan.
Bagi warga binaan, permainan catur memberikan kesempatan untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus melatih kemampuan berpikir. Setiap langkah membutuhkan pertimbangan, sementara jalannya permainan mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan sikap menghargai lawan. Kebersamaan yang tercipta juga memberi ruang bagi warga binaan untuk berinteraksi secara sehat dengan sesama.
Yugo menilai kegiatan sederhana seperti ini dapat memberikan pelajaran yang berguna apabila dijalani dengan sikap yang baik. Ia mendorong warga binaan untuk menjadikan permainan sebagai kesempatan melatih sportivitas, menghargai perbedaan, dan membiasakan diri mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan.
“Dalam permainan catur, setiap langkah perlu dipikirkan dengan baik. Kita belajar bersabar, menyusun strategi, dan menerima hasil permainan dengan lapang dada. Saya berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan saat bermain, tetapi juga menjadi bagian dari sikap sehari-hari, termasuk ketika warga binaan nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Yugo.
Ada hal lain yang menarik dari permainan tersebut. Papan catur yang digunakan merupakan hasil karya warga binaan melalui kegiatan keterampilan kerja yang dikelola Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Hasil pembinaan kemandirian itu kini memiliki kegunaan langsung, tidak hanya sebagai produk keterampilan, tetapi juga sebagai sarana rekreasi yang dapat dinikmati bersama di lingkungan hunian.
Warga binaan berinisial AM mengaku senang dapat mengisi waktu dengan bermain catur bersama teman-temannya. Menurutnya, permainan ini memberikan kesempatan untuk mengasah cara berpikir sekaligus belajar menjaga sikap saat menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai harapan.
“Kalau bermain catur, kami harus memikirkan langkah berikutnya dan tidak boleh terburu-buru. Kami juga belajar menerima kemenangan atau kekalahan dengan baik. Rasanya menyenangkan bisa bermain bersama teman-teman, terlebih papan caturnya merupakan hasil karya warga binaan sendiri,” ungkap AM.
Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana aktivitas sederhana dapat menghadirkan manfaat dalam kehidupan sehari-hari di Lapas. Perhatian Kalapas terhadap kegiatan warga binaan berjalan seiring dengan pemanfaatan hasil pembinaan kemandirian, sehingga keterampilan yang dipelajari tidak berhenti pada proses pembuatan, tetapi turut memberikan kegunaan bagi lingkungan hunian. Melalui kegiatan semacam ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan menjalani masa pembinaan dengan kegiatan yang bermanfaat serta mengembangkan sikap yang dapat mereka terapkan setelah kembali ke tengah masyarakat. (nta).






