Karang Intan, Catatanpublik.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri melalui berbagai kegiatan pembinaan kepribadian. Warga binaan bersama petugas dan Ketua Dharma Wanita Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengikuti Safari Dakwah Habib Ahmad Al Habsyi di Masjid At-Taubah, Senin (21/09/2026). Melalui tausiah tersebut, Habib Ahmad Al Habsyi mengajak warga binaan memperkuat keimanan dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan penguatan rohani sekaligus melakukan refleksi selama menjalani masa pidana.
“Kegiatan seperti Safari Dakwah memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan penguatan rohani dan melihat kembali perjalanan hidupnya. Kami berharap nilai yang disampaikan dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki diri, menjaga perilaku, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Yugo.
Ia menambahkan, warga binaan perlu menerapkan nilai keagamaan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Meningkatkan ibadah, menjaga sikap, dan membangun kebiasaan positif menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri menghadapi kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.
Habib Ahmad Al Habsyi menyampaikan tausiah yang mengajak warga binaan melakukan introspeksi, meningkatkan keimanan, dan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran untuk menentukan langkah yang lebih baik.
“Jadikan masa lalu sebagai pelajaran, bukan alasan untuk berhenti berubah. Manfaatkan setiap kesempatan untuk memperbaiki diri dan semakin dekat kepada Allah,” pesan Habib Ahmad Al Habsyi.
Salah seorang warga binaan berinisial NR mengaku mendapatkan dorongan untuk lebih menghargai kesempatan yang dimiliki selama berada di Lapas. Menurutnya, tausiah yang disampaikan memberikan sudut pandang bahwa pengalaman masa lalu dapat menjadi pelajaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Yang saya dapat dari tausiah ini adalah jangan terus melihat kesalahan di masa lalu. Selama masih ada kesempatan, kita harus mau berubah dan memperbaiki diri. Saya ingin menggunakan waktu di sini untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur NR.
Melalui Safari Dakwah, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan pembinaan kepribadian yang mendorong warga binaan memanfaatkan masa pidana secara positif. Nilai keagamaan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keseharian sebagai bagian dari kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat. (nta).






